Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 7 November 2026
Kritik PM Liz Truss Habis-Habisan, Mendagri Inggris Mundur
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Inggris Suella Braverman memutuskan mundur setelah mengkritik Perdana Menteri Liz Truss habis-habisan soal kebijakan ekonominya yang dinilai memperburuk krisis. Braverman mundur setelah tujuh pekan menjabat sebagai Mendagri pilihan Truss.
"Saya khawatir tentang arah pemerintah saat ini. Kami tidak hanya melanggar janji utama terhadap para pemilih kami, saya juga khawatir tentang komitmen pemerintah saat ini untuk menghormati berbagai komitmen manifesto," kata Braverman dalam surat pengunduran diri yang telah dikirim kepada Truss pada Rabu (19/10).
"Keberlangsungan pemerintah bergantung pada orang yang menerima tanggung jawab atas kesalahan mereka. Berpura-pura tidak membuat kesalahan dan melanjutkan seolah-olah semua orang tidak melihat (kesalahan) dan berharap segala sesuatu akan berjalan lancar secara ajaib adalah politik main-main," paparnya menambahkan.
Pengunduran diri Braverman juga berlangsung ketika dia kedapatan melanggar kode etik menteri karena sempat mengirim dokumen resmi negara melalui email pribadi ke parlemen.
"Saya telah melakukan kesalahan, saya menerima tanggung jawab, saya mengundurkan diri," kata Braverman seperti dikutip Reuters.
Truss menerima pengunduran diri Braverman dengan mengatakan "adalah penting bahwa kode etik menteri tetap ditegakkan dan kerahasiaan kabinet dihormati."
Kepergian Braverman menjadikan Truss kehilangan dua menteri utamanya dalam waktu kurang dari seminggu. Sebelumnya, Truss memecat Menteri Keuangan Kuasi Kwarteng.
Kepergian Braverman pun memperlihatkan pemerintahan Truss semakin terdesak setelah menerapkan kebijakan ekonomi radikal seperti pemotongan pajak besar-besaran yang kontroversial.
Kebijakan radikal Truss itu memicu gelombang kejut di pasar keuangan dan modal, menjadikan krisis Inggris semakin memburuk.
Truss telah melayangkan permintaan maaf atas "kesalahan" yang diperbuat. Namun, ia menolak untuk mundur dari jabatan PM.
Peringkat penerimaan publik Truss juga terus merosot hingga memicu sejumlah anggota parlemen mendesaknya mundur padahal baru terpilih menjadi PM pada awal September lalu.
"Saya ingin menerima tanggung jawab dan meminta maaf atas kesalahan yang telah dibuat," kata Truss kepada BBC seperti dikutip Reuters pada Senin (17/10).
"Saya (sebenarnya) ingin melakukan sesuatu untuk membantu masyarakat yang terus menghadapi kenaikan biaya energi (listrik), untuk menangani masalah pajak yang tinggi, tetapi kami bertindak terlalu jauh dan terlalu cepat," ujarnya menambahkan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 654 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 539 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan