Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
Kronologi Lengkap Aksi Petarung Muay Thai Hajar Pemotor Ugal-ugalan di Kerobokan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Viral media sosial (medsos) perkelahian antar pemuda melibatkan dua orang pengendara motor dengan atlet bela diri muay thai. Peristiwa itu terjadi di Traffic Light Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara, Badung, pada Jumat 19 Januri 2024 malam.
Dari kejadian tersebut, petarung muay thai berinisial HW alias Komang berhasil menjatuhkan kedua lawannya dalam sekali pukul. Amukan HW diduga akibat kesal karena dua pengendara motor tersebut bertindak ugal-ugalan dan mengganggu pengendara cewek.
Kronologis kejadian itu diungkapkan oleh HW melalui Instagram storynya @thecrazydog_99. Dalam unggahan rekaman suara, HM menjelaskan duduk persoalannya yang beredar luas di medsos.
Dijelaskanya, atlet Muaythai ini baru pulang latihan dari Berawa, Kuta Utara menuju ke Denpasar sekitar pukul 20.00 WITA. Dia melihat dua pemotor berkendara secara ugal-ugalan seperti zig-zag. Ia pun merasa heran namun tetap membiarkanya.
Bahkan, dua pemotor itu mengumpat pengendara motor lain dengan kata kata kasar dan caci maki. "Mereka meneriaki semua orang dengan kata-kata kasar," ungkap HW.
Setiba di Traffic Light Kerobokan, datang seorang pengendara cewek dan berhenti di depannya. Namun, dua pemotor tadi mengganggunya di tengah kemacetan. Tak hanya itu, pemuda berandalan itu membentak cewek tersebut dengan kata kata yang tidak pantas.
"Minggir kau anj*g, minggir kau anj*g," teriak dua pemotor tadi secara berulang-ulang.
Namun si cewek tadi tidak bisa minggir karena lalu lintas sedang macet. Melihat dirinya di bentak-bentak, si cewek merasa ketakutan.
Atlet bela diri ini awalnya tidak merespons. Tapi lama kelamaan, tergerak hatinya untuk membela. Ia mendatangi dua pemuda tadi dan mengatakan agar jangan kasar dengan perempuan. Tapi pesan moral HW tidak diabaikan, malah menantang berkelahi. HW mengaku lebih dahulu diserang oleh pemotor yang berbadan besar dan kecil tersebut.
HW yang memang petarung itu meladeninya. Awalnya dia didorong-dorong dan orang yang lebih kecil sambil melayangkan pukulan. Tapi HW membalas dengan tendangan hingga pemotor itu jatuh.
Giliran pemotor bertubuh besar mencoba memukulnya, tapi bisa ditangkis dan dibalas dengan hantaman lutut ke arah wajah. Sehingga pemotor tersebut sempoyongan. HW cepat bergerak menghantam kedua pemotor itu ketika mereka bangun.
"Video yang beredar hanyalah penggalan dan tentu tidak tampak ketika mereka menyerang saya dan banyak beredar di video itu saya telah melakukan penganiayaan, saya ada basic beladiri untuk melindungi diri dan tentu saya bukan orang gila yang menghajar orang tanpa alasan," ujar HW yang merupakan Mix Martial Art (MMA).
Bahkan, HW sendiri memberikan klarifikasinya sendiri ke Polsek Kuta Utara. Melihat aksinya itu, sontak menuai pujian. Kolom komentar Instagram milik HW dibanjiri ucapan terima kasih dari netizen. Ada warganet membenarkan tindakannya yang sudah memberi pelajaran kepada orang yang ugal-ugalan.
Terlebih, belakangan ini marak aksi pengendara motor yang membuat keributan, sehingga membuat netizen merasa resah dan geram.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu Komang Juniawan membenarkan pihaknya sudah memintai keterangan atlet beladiri tersebut. Sementara dua orang yang terlibat keributan dengan atlet itu belum bisa ditemukan.
"Dua pemotor tersebut belum kami temukan dan juga belum membuat laporan polisi. Sabar, informasi lengkap segera menyusul," bebernya ke awak media, pada Minggu 21 Januari 2024.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4607 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2412 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2065 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1667 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1108 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun