Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 25 Agustus 2026
Kunjungan Wisatawan ke Sangeh Stabil Meski Cuaca Tak Menentu
BERITABALI.COM, BADUNG.
Cuaca tidak menentu yang terjadi di Bali belakangan ini tidak berdampak signifikan pada kunjungan wisatawan ke objek wisata Sangeh Monkey Forest di Kabupaten Badung.
Ketua Pengelola DTW Alas Pala Sangeh, Ida Bagus Gede Pujawan, mengatakan tingkat kunjungan wisatawan di bulan September 2025 tetap stabil.
"Meski sudah memasuki low season di bulan September, jumlah wisatawan masih stabil di angka 800 kunjungan per hari. Padahal saat high season, jumlah mencapai 1.500 wisatawan setiap harinya. Sebagian besar wisatawan yang berkunjung masih didominasi turis mancanegara, terutama dari eropa", jelasnya saat ditemui langsung di DTW Alas Pala Sangeh, Badung, Sabtu (20/9/2025).
Ia menambahkan, cuaca ekstrem memang menjadi perhatian pengelola.
"Jika kondisi dirasa berbahaya, maka sistem buka-tutup akan diberlakukan dengan menutup akses ke dalam kawasan hutan pala yang memiliki pepohonan setinggi 50 meter," paparnya.
Dengan kondisi ini, Sangeh Monkey Forest tetap menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Bali yang menawarkan keindahan alam sekaligus keunikan hutan pala dengan populasi monyet ekor panjang yang menjadi daya tarik utama.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4660 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2464 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2106 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1717 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1147 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun