Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Mau Borong Gas Rusia, Kelakuan Serbia Bikin Eropa Pusing
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Serbia memutuskan untuk membeli gas alam Rusia. Hal ini terjadi tatkala beberapa negara Eropa lainnya memutuskan untuk menghentikan aliran gas Rusia akibat serangan Moskow ke Ukraina.
Dalam sebuah pernyataan pers, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan kesepakatan itu sangat menguntungkan bagi Beograd. Kontrak kesepakatan itu, paparnya, akan berlaku selama tiga tahun ke depan.
"Apa yang dapat saya katakan kepada Anda adalah bahwa kami telah menyepakati elemen utama yang sangat menguntungkan Serbia," ujar Vucic setelah mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera, dikutip Rabu (1/6/2022).
Langkah ini ternyata membuat Uni Eropa (UE) bertanya-tanya. Pasalnya, aliansi itu saat ini sedang memperluas pengaruhnya di wilayah Balkan, di mana pengaruh Rusia mungkin masih terasa kuat. Brussels bahkan disebut-sebut menginginkan Beograd menjadi jembatan ekspansi itu.
"Jika disepakati (kesepakatan gas), kesepakatan itu akan menghancurkan harapan mereka yang melihat peluang untuk mengurangi pengaruh Rusia di kawasan itu," kata Filip Ejdus, profesor keamanan internasional di Universitas Beograd.
Meski begitu, dalam beberapa kesepakatan, Serbia justru memiliki pandangan yang sama dengan Uni Eropa (UE).
Negara itu bahkan ikut meloloskan resolusi PBB yang mengecam serangan Rusia ke Ukraina.
Namun, tak seperti negara lainnya, Serbia tidak menjatuhkan sanksi ekonomi atau finansial apapun terhadap Moskow.
Ejdus menyebut bahwa tindakan Serbia ini dilakukan untuk mencari posisi tawar yang lebih baik dengan UE dan Jerman selaku negara dengan ekonomi terbesar di kawasan itu. Ia percaya Presiden Vuvic di sisi lain juga masih mempertahankan hubungannya dengan Benua Biru.
"Vucic pasti akan memastikan bahwa Serbia tetap berada di jalur UE, sementara mungkin masih mengharapkan tawaran balasan yang lebih baik dari kanselir Jerman Olaf Scholz."
Perlu diketahui, kendati berada di Benua Eropa, Serbia hingga saat ini bukanlah anggota dari UE.(sumber: cnbcindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2257 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 951 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun