Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 7 November 2026
Media Rusia Sebut Soal Risiko Putin Dibunuh Jika ke KTT G20 Bali
BERITABALI.COM, DUNIA.
Media Rusia menyebut risiko pembunuhan terhadap Presiden Vladimir Putin meningkat jika hadir secara langsung di konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November. General SVR melaporkan masalah utama bagi Putin untuk berpartisipasi dalam forum itu adalah soal keamanan.
"Risiko [Putin] menjadi target pembunuhan meningkat secara signifikan. Namun, ini tidak menghentikan Presiden Rusia dan tak memungkinkan membuat keputusan soal partisipasi dalam KTT, ada alasan lain yang lebih nyata," demikian menurut General SVR, Kamis (10/11).
Kedutaan Besar Rusia di Jakarta mengonfirmasi Putin absen dalam pertemuan yang akan berlangsung pekan depan. Delegasi Rusia nantinya akan dipimpin salah satu menteri Moskow.
"Saya bisa mengonfirmasi bahwa Ketua Delegasi Rusia yang bakal hadir di pertemuan G20 adalah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov," kata Juru Bicara Kedubes Rusia di Jakarta Alexander Tumayakin.
Sementara itu, Kepala Protokol Kedubes Rusia Yulia Tomskaya menyatakan Putin kemungkinan hadir secara daring.
"Agenda Presiden Putin masih dibicarakan, dia mungkin berpartisipasi secara virtual," ujar Tomskaya, seperti dikutip AFP.
Beberapa pekan lalu, Putin disebut menerima laporan yang berisi keinginan sejumlah pemimpin negara, yang berpartisipasi di acara G20, menampar wajah orang nomor satu di Rusia itu dalam pertemuan pribadi.
Menurut General SVR, sikap itu menunjukkan pemimpin itu seorang penjahat perang dan bajingan. Dia, katanya, menyampaikan rencana itu ke sekutu dekat dan siap langsung menemui Putin.
Menurut beberapa sumber, informasi yang diberikan kepada Putin jelas sesuai dengan kenyataan, niat, dan rencana dia.
Di sisi lain, sebelumnya Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menuturkan ingin 'melabrak' Putin di G20 gegara invasi negaranya ke Ukraina.
Dalam pernyataan resmi pemerintah Inggris, Sunak mengatakan akan "mengonfrontasi" Putin atau delegasi Rusia yang hadir di forum ekonomi tersebut.
"Tentunya, Perdana Menteri berpandangan bahwa sudah semestinya secara kolektif dengan sekutu kami, kami melawan pejabat Rusia atau perwakilan Rusia yang hadir di G20," kata juru bicara Sunak pekan lalu, seperti dikutip The Telegraph.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 653 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 539 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan