Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Negeri Ini Kekurangan Uang, Warga Serbu Bank-Bank
BERITABALI.COM, DUNIA.
Lebanon kini menghadapi krisis. Salah satu negara di Timur Tengah itu semakin kekurangan uang tunai dalam beberapa pekan terakhir.
Akibatnya muncul lonjakan deposan yang menyerbu cabang-cabang bank untuk secara paksa menarik tabungan mereka yang terkunci agar dapat tetap memutarkan ekonomi. Para deposan menyerbu setidaknya empat bank, dua di antara mereka bahkan dilengkapi dengan senjata.
Bank-bank Lebanon yang kekurangan uang telah memberlakukan batasan informal pada penarikan tunai sejak akhir 2019. Sejak itu, tiga perempat populasi jatuh ke dalam kemiskinan, dan pound Lebanon kehilangan sekitar 90 persen nilainya terhadap dolar.
Seorang anggota parlemen Lebanon memasuki cabang bank di dekat Beirut. Ia menuntut sebagian dari tabungannya yang terperangkap untuk menutupi biaya pengobatan.
Legislator Beirut Cynthia Zarazir memasuki cabang Bank Byblos di dekat ibu kota, menuntut US$8.500 (Rp129 juta) dari tabungannya untuk menutupi biaya operasi. Anggota parlemen reformis itu tiba dengan seorang pengacara, dan bernegosiasi dengan manajemen cabang bank selama beberapa jam.
"Saya seorang warga negara Lebanon yang menuntut hak-hak saya dalam situasi luar biasa ini," kata Zarazir kepada pers dan para pengamat, mengutip Associated Press (AP News), dikutip Kamis (6/10/2022).
Pengacaranya, Fouad Debs, anggota kelompok hukum dan advokasi Serikat Deposan, mengatakan bahwa bank awalnya mengusulkan proposal "konyol" untuk menarik tabungan dalam pound Lebanon di sebagian kecil dari nilai dolarnya.
Beberapa jam kemudian, Zarazir meninggalkan bank setelah mendapatkan uang yang dia butuhkan untuk operasinya. Sementara itu, puluhan pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru hara di kantor pusat Bank Sentral di Beirut. Para pengunjuk rasa melemparkan batu dan bom molotov ke arah gedung, dan membakar di depan pintu masuk.
Di Byblos, seorang pria menembakkan senapan serbu ke fasad kaca cabang bank, setelah karyawan tidak mengizinkannya masuk tanpa janji.
Seorang pria lain menyerbu cabang bank di pinggiran selatan Beirut, Dahiyeh. Ia menuntut sebagian dari tabungannya yang terperangkap. Menurut kelompok advokasi deposan, dia tidak bersenjata.
Akibat ketatnya bank-bank pada permintaan tunai, orang mulai nekat hingga merampok bank. Masyarakat umum bahkan memuji aksi tersebut dan menyebut para pelaku sebagai pahlawan.
Di antara kasus yang paling menonjol adalah Sally Hafez, yang bulan lalu menyerbu cabang bank Beirut dengan pistol palsu dan tabung bensin untuk mengambil sekitar US$13.000 (Rp197 juta). Ini untuk mendanai pengobatan kanker saudara perempuannya yang berusia 23 tahun.
Sementara itu bank-bank mengutuk tindakan para deposan yang marah. Dalam sebuah pernyataan Selasa, mereka mengatakan bahwa pemerintah Libanon yang harus disalahkan atas krisis tersebut.
Bulan lalu, bank-bank ditutup selama seminggu setelah setidaknya tujuh bank digerebek dan sejak itu hanya dibuka kembali sebagian.
Selama lebih dari dua tahun Lebanon telah berjuang untuk mencapai kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk program bailout. Baik IMF dan PBB sama-sama mengkritik Lebanon karena kemajuannya yang lamban.
Pemerintah negara dan parlemen Lebanon terbagi telah menghentikan sekitar selusin reformasi wajib sejak mereka mencapai kesepakatan tentatif pada April. Ini termasuk merestrukturisasi banknya, menerapkan kontrol modal formal, dan mereformasi undang-undang kerahasiaan bank yang sudah ketinggalan zaman.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4521 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2335 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun