Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 9 September 2026
NGO Bali Serukan
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kolaborasi Non Government Organization (NGO) Bali mengajak masyarakat Bali untuk mematikan listrik selama 4 jam pada Jumat, 21 Maret 2008 mendatang. Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi dampak pemanasan global (global warming), sebagai ancaman terbesar di dunia saat ini. “Kami menghimbau agar masyararakat dunia bersedia untuk mematikan listrik selama empat jam pada hari itu,” kata Hira Jhamtani, perwakilan Kolaborasi NGO pada wartawan di Denpasar, Senin (17/3) siang.
Menurut Hira, selama 4 jam dari pukul 10 hingga 14.00 Wita, masyarakat dunia diharapkan mau mematikan semua peralatan yang menggunakan listrik seperti lampu, handphone, komputer, dll. “Jika semua orang mau melakukan itu, maka kita akan bisa mengurangi penggunaan listrik pada saat beban puncak,” ujarnya.
Pemilihan tanggal 21 Maret 2008 sendiri, lanjut aktivis Third World Network (TWN) ini, karena pada hari itu merupakan Hari Air Sedunia sekaligus hari pertama musim semi di negara-negara utara. Jika dihitung kasar, dalam sehari, Nyepi versi NGO ini bisa mengurangi pembuangan gas CO2 hingga 30.000 ton. Angka ini diperoleh dari banyaknya kendaraan bermotor, termasuk pesawat terbang di Bali, dikalikan banyaknya bahan bakar minyak yang digunakan.
Sementara itu Direktur Walhi Bali Agung Wardana berharap pemerintah daerah juga mau mendukung kampanye World Silent Day ini. “Karena kalau pemerintah yang melakukan kampanye ini akan lebih berdampak karena mereka punya kuasa,” ujar Agung.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3242 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 732 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 678 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman