Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Organisasi CITES Komplin
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tercatatnya Indonesia sebagai negara penghasil satwa langka terbesar didunia, tidak sebanding dengan kenyataan. Proses ekspor kerang langka ke luar negeri, malah menambah kritikan pedas dari beberapa negara, yang juga penghasil satwa dilindungi. Komplinan itu datang dari organisasi gabungan Convention International Treat Endenger Spesies (CITES).
Demikian dijelaskan Komandan Polisi Kehutanan Bali, Isnu Wiyoto, kepada awak media, Rabu (24/09). Diterangkannya, pasca terbongkarnya ratusan kerang langka di Bandara Tuban, adalah yang kedua kalinya terjadi, pada tahun yang sama (2008). Kali pertama terjadi Bulan Juli 2008.
Modus operandinya juga sama, menyelundupkan kerang langka, berkedok pengiriman barang handicraft. Selama itu pula, pihak diplomatic RI terus menerima komplin dari 5 negara yang tergabung dalam organisasi CITES dengan jumlah 173 anggota. Diketahui, lima negara itu yakni Belanda, Belgia, Hongkong, Jepang dan Indonesia.
“Lima Negara selalu komplin karena banyak barang langka milik Indonesia ada di Negara mereka. Seperti Negara Jepang ada jenis kerang dan ular,â€ungkapnya. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 736 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan