Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Pedagang Lantai 2 Sukawati Bertahan Lewat TikTok
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Lorong-lorong di lantai 2 Pasar Seni Sukawati, Gianyar, kini tidak lagi dipenuhi hiruk-pikuk tawar-menawar wisatawan. Suasana yang semakin lengang membuat para pedagang harus memutar strategi agar tetap bertahan di tengah perubahan pola belanja masyarakat.
Mengandalkan kunjungan langsung pembeli dinilai tak lagi cukup. Sejumlah pedagang pun mulai melirik dunia digital sebagai jalan baru untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Salah satunya Ni Komang Pudak Ningsi, yang akrab disapa Mamak Pudak. Pemilik Kumpul Store di lantai 2 Pasar Seni Sukawati ini memilih beradaptasi dengan aktif melakukan siaran langsung atau live di aplikasi TikTok bersama anaknya setiap hari.
Langkah tersebut dilakukan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa lantai 2 Pasar Seni Sukawati masih memiliki beragam koleksi kain dan busana khas Bali yang layak dilirik. Ia menilai, perubahan perilaku konsumen menuntut pedagang untuk lebih aktif dan kreatif.
"Kalau andalkan diam saja seperti dulu, tidak ada pembeli yang datang," ujar Mamak Pudak saat ditemui di sela kesibukannya menyiapkan konten.
Ia mengungkapkan, kunjungan wisatawan domestik biasanya hanya meningkat pada momen tertentu seperti libur Natal dan Tahun Baru. Di luar itu, kondisi pasar kembali sepi. "Malah lebih sepi dari sebelumnya," ungkapnya prihatin.
Upaya beralih ke promosi digital perlahan menunjukkan hasil. Melalui siaran langsung, Mamak Pudak berhasil menarik perhatian pembeli, baik yang datang langsung ke toko maupun yang memesan secara daring. Pesanan bahkan datang dari luar Bali hingga pasar internasional.
Dikatakan bahwa, jangkauan pasar dari live itu menjangkau wilayah Sulawesi, Timor Leste, dan berbagai daerah di Indonesia. Pudak menyadari bahwa sejak relokasi pasar, ketergantungan pada pembeli yang datang langsung menjadi sangat berisiko.
Baca juga:
Jokowi Tiba di Bali Resmikan Pasar Seni Sukawati, Reshuffle Kabinet Tidak Jadi di Rabu Pon
Selain itu, ia juga kerap menghadapi kendala teknis di lapangan, seperti contoh dagangan yang dipinjam namun tidak kembali. Kondisi tersebut semakin menguatkan keputusannya untuk memfokuskan pengembangan usaha melalui kanal online.
Sepinya pengunjung di lantai 2 dan 3 Pasar Seni Sukawati menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan pasar seni legendaris ini. Tanpa inovasi promosi dari para pedagang maupun penataan ulang dari pihak terkait, pedagang di lantai atas berpotensi semakin terpinggirkan.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, semangat pedagang untuk bertahan tidak padam. Di tengah lesunya aktivitas fisik pasar, ruang digital menjadi peluang baru yang membuka harapan bagi keberlanjutan usaha mereka.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5993 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2654 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2315 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan