Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Pemerintah Belum Bisa Deteksi Seluruh Kasus Varian Baru Covid-19, Ini Penyebabnya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengakui, pemerintah belum bisa mendeteksi seluruh kasus varian baru di Tanah Air yang menyebabkan angka kasus Covid-19 di Indonesia bertambah.
Menurut dia, hal ini disebabkan oleh whole genome sequencing (WGS) belum bisa dilakukan di seluruh wilayah.
"Perlu diketahui bahwa whole genome sequencing atau surveilans terhadap itu memang belum cukup meng-cover seluruh wilayah Indonesia dan juga belum dilakukan secara detail penelusuran asal dari virus ini kemudian menyebar ke mana," kata Wiku, Rabu (16/6/2021) dikutip dari Liputan6.com.
Dia menyebut, untuk mendeteksi seluruh sebaran kasus varian Covid-19 membutuhkan sampel yang lebih banyak. Sementara jumlah laboratorium yang bisa melakukan pemeriksaan whole genome sequencing di Indonesia baru 17.
"Suatu saat nanti, kita bisa menelusuri dari mana virus tersebut berasal, mulai dari masuk sampai dengan ke dalam tempat tertentu. Tentunya perlu penelitian lebih lanjut. Pada saat sekarang kita belum bisa menjelaskan tentang itu karena prosesnya masih panjang," jelas Wiku.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan melaporkan, menemukan 145 kasus varian baru Covid-19 di 12 provinsi. Temuan 145 kasus ini berdasarkan hasil pemeriksaan dan analisis terhadap 1.989 sekuens genom virus SARS-CoV-2.
Dari temuan 145 kasus varian Covid-19, sebaran terbanyak ada di Jawa Tengah mencapai 76. Kemudian disusul DKI Jakarta 48, Sumatera Selatan 4, Kalimantan Timur 3, Kalimantan Tengah 3, Jawa Timur 3, Jawa Barat 2, Sumatera Utara 2, Kalimantan Selatan 1, Bali 1, Riau 1 dan Kepulauan Riau 1.
Jika dilihat dari varian Covid-19 yang paling mendominasi adalah B16172 Delta, mencapai 104 kasus. Varian ini paling banyak ditemukan di DKI Jakarta dan Jawa Tengah.
Sementara varian B117 Alfa sebanyak 36 kasus, ditemukan paling banyak di DKI Jakarta. Adapun varian B1351 Beta sebanyak 5 kasus, ditemukan paling dominan juga di DKI Jakarta.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4524 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2338 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1986 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1045 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun