Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pemilik Ladang Jagung Tewas Terlilit Kawat Berarus Listrik
BERITABALI.COM, NTB.
Alwi Sirajuddin (49 tahun) warga Desa Dorokobo, Kecamatan Kempo, Dompu, ditemukan tewas terlilit kawat berarus listrik di ladang jagung miliknya sendiri di So Sori Kamau, wilayah Desa Kempo.
Korban tersengat arus listrik yang bersumber dari pembangkit listrik tenaga surya, yang dipasang mengelilingi area tanaman jagung untuk menghalau gangguan binatang liar.
Baca juga:
Perbaiki Dapur, Pria Tewas Tersengat Listrik
Kapolsek Kempo, Iptu Zuharis menyebutkan, pihaknya mendapatkan informasi terkait peristiwa dari Kepala Desa Dorokobo, Muhammad Taufik yang melaporkan adanya warga yang tersengat arus listrik.
"Personel Polsek Kempo yang turun ke lokasi mendapati informasi, korban berangkat ke ladang sehari sebelum ditemukan meninggal pada Selasa (13/12) sekitar pukul 17.00 WITA. Dengan tujuan menjaga tanaman jagung dari gangguan binatang," ungkap Kapolsek, Rabu (14/12).
Kapolsek menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh anak korban, bersama temannya Saifullah, Selasa (13/12). Saat itu, berniat menjenguk orang tuanya yang berangkat untuk menjaga ladang sejak Senin, (12/12) sehari sebelumnya.
Sesampai di lahan, keduanya menyadari adanya arus listrik yang dipasang menggunakan tenaga surya tersebut, masih dalam keadaan menyala. Kemudian oleh anak korban, langsung mematikan arus listrik tersebut.
Namun, ketika keduanya mengitari lahan tersebut untuk mencari orang tuanya, ternyata sudah meninggal dengan posisi telungkup terlilit kabel pada bagian kaki.
Mendapat informasi terkait kejadian nahas tersebut, Personel Polsek Kempo langsung diterjunkan untuk memeriksa lokasi sekaligus membantu mengevakuasi korban bersama warga.
Saat itu juga korban langsung dievakuasi ke rumah duka dan atas kejadian tersebut, keluarga ikhlas menerima kepergian dengan ikhlas.
Kapolres Dompu, AKBP Iwan Hidayat SIk, menyampaikan belasungkawa sekaligus menghimbau para petani jagung untuk tidak memasang jebakan hewan berarus listrik.
"Seharusnya petani jagung dapat mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian sebelumnya, untuk tidak memasang jebakan berarus listrik, apapun motifnya, itu sangat berbahaya," ujar Kapolres.
Selain membahayakan diri sendiri, lanjut Kapolres, tak tutup kemungkinan orang lain dapat masuk dalam jebakan seperti itu.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan