Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Pesawat Jenazah Ratu Elizabeth Diikuti Hampir 6 Juta Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pesawat yang membawa jenazah Ratu Elizabeth II dari Inggris dilacak dan diikuti secara live oleh hampir 5 juta orang, demikian dikatakan situs penyedia layanan pelacakan penerbangan, Flightradar 24.
Sekitar 4,79 juta orang memantau pergerakan pesawat militer yang membawa jenazah Ratu Inggris tersebut pada Rabu (14/9/2022) di aplikasi dan website Flightradar 24. Sementara 296.000 lainnya memantau via Youtube.
Akibat banyaknya orang yang mengakses Flightradar 24 untuk melacak pesawat pembawa jenazah Elizabeth, website tersebut sempat tumbang.
Sebelumnya Flightradar 24 mengalami lonjakan pengunjung ketika Ketua Congres Amerika Serikat, Nancy Pelosi berkunjung ke Taiwan pada Agustus lalu. Saat itu ada 2,2 juta orang yang memantau perjalanan Pelosi.
Adapun pesawat yang membawa jenazah Ratu Elizabeth adalah jenis Boeing Globemaster C-17 milik Angkatan Udara Kerjaan Inggris. Pesawat itu terbang dari Edinburgh, Skotlandia ke Norholt, London, Inggris.
Pesawat tersebut menggunakan callsign Kittyhawk, nama yang biasa digunakan untuk penerbangan yang membawa Ratu Inggris semasa hidupnya.
Rencananya jenazah Ratu Elizabeth II dari Inggris akan dimakamkan di Kapel St George, London pada 19 November mendatang. [BBC]
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4524 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2338 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1986 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1045 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun