Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 23 Agustus 2026
Petani Ngamuk dan Buang Puluhan Ton Tomat ke Sungai
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Masa panen seharusnya menjadi momen bahagia bagi petani. Tapi di Kabupaten Cianjur, petani tomat harus bersedih karena tomat hasil panen mereka hanya dihargai Rp1.500 per kilogram.
Sebagai bentuk kekesalan akan harga tomat yang jauh di bawah biaya produksi, petani tomat di Kampung Citawon Desa Girimukti Kecamatan Campaka, Cianjur membuang puluhan ton tomat hasil panen pada Senin (6/12/2021).
Uu (60) petani tomat mengungkapkan, saat ini harga tomat terjun bebas di kisaran hanya Rp1.500 per kilogram dari harga normal Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram.
“Kami kesal harga jual tomat terus menurun hingga saat ini mencapai Rp1.500 setiap kilogram,” tutur Uu.
Lantaran harganya terus menurun, kata Uu, sejumlah petani tomat melampiaskan kekesalannya dengan membuang puluhan ton tomat hasil panen ke sungai.
Namun, Uu tidak mengerti harga tomat saat ini tidak sesuai dengan hukum pasar. Dia menilai, seharusnya saat stok banyak, maka nilai jual rendah.
“Kenyataannya, saya cek ke pasar, ternyata stok tomat di sejumlah pasar tradisional kosong,” katanya.
Dia berharap, kondisi seperti itu harus menjadi perhatian pemerintah melalui Dinas Pertanian. Dia berharap kondisi ini segera ditindaklanjuti agar harga tomat di pasaran kembali normal.
“Petani saat ini merugi, pemerintah harus bertindak, karena biaya produksi tidak sesuai dengan nilai jual tomat di pasaran,” ujarnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4637 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2441 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2089 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1696 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1131 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun