Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 28 Agustus 2026
Profil Ahli Pesawat Rusia Boris Ushakov, Buat Kapal Selam Terbang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Rusia dikenal sebagai negara dengan berbagai penemuan peralatan perang yang canggih. Di antaranya, rancangan flying submarine atau kapal selam yang dapat terbang di udara.
Pada masa Perang Dunia II, Rusia yang masih berbentuk Uni Soviet memang tengah gencar mengembangkan kapal selam terbang. Rancangan flying submarine ini pertama kali digagas tahun 1934 oleh seorang ahli pesawat Rusia bernama Boris Petrovich Ushakov.
Ushakov adalah seorang mahasiswa teknik di Soviet Military Academy. Ia merancang kapal terapung yang ditenagai oleh tiga mesin, untuk melakukan pengintaian dan penyergapan terhadap musuh.
Di Naval Engineering Institute, Ushakov menjadi pimpinan insinyur untuk merintis proyek tersebut. Pada tahun 1939, proyek kapal selam terbang ini sempat dihentikan sementara.
Akan tetapi, akhirnya proyek itu dilanjutkan kembali pada 1943 atas perintah Kepala NKVD Lavrenti Beria. Tes pertama kapal selam terbang ini dilakukan pada tahun 1947. Sayang, enam tahun setelahnya, Nikita Khrushchev yang kala itu menjabat sebagai Sekretaris Pertama Partai Komunis resmi menutup proyek tersebut.
Menurut Khrushcev, desain kapal selam terbang tersebut tidak pernah "berhasil". (Sumber: SINDOnews.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4721 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2530 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2170 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1788 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1215 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun