Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Rainbow Warrior Disambut Puluhan Perahu Nelayan
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kapal milik Greenpeace, Rainbow Warrior, hari ini tiba di Pelabuhan Benoa Bali. Kedatangan kapal legendaris ini disambut puluhan kapal nelayan, yang berharap adanya tindakan bagi perubahan iklim.
Kapal Rainbow Warrior masuk perairan Pelabuhan Benoa Denpasar sekitar pukul 11 siang waktu setempat. Kedatangan kapal ini ke Bali disambut puluhan perahu nelayan dengan bentangan spanduk bertuliskan pesan pelestarian lingkungan mulai selamatkan laut, selamatkan terumbu karang, dan berbagai spanduk lainnnya.
Selain disambut puluhan perahu nelayan, kedatangan kapal sepanjang 55,2 meter ini juga dikawal dua kapal perang milik TNI AL dan Mabes Polri, yang mengawal perjalanan Rainbow Warrior mulai dari Jakarta.
Di Bali awak kapal Rainbow Warrior dan relawan Greenpeace lainnya akan bergabung dengan Forum Masyarakat Sipil Indonesia dalam aksi global untuk perubahan iklim besok. Aksi global ini diantaranya akan mendesak adanya tindakan terhadap perubahan iklim.
“Rainbow Warrior diantaranya membawa pesan bahwa perubahan iklim itu sangat merugikan rakyat kecil khususnya petani dan nelayan,†kata Emmy Hafild, Executive Director Greenpeace Asia Tenggara.
Rainbow Warrior merupakan salah satu nama dari 3 kapal laut milik Greenpeace. Kapal Rainbow Warrior pertama ditenggelamkan Dinas Rahasia Prancis (DGSE) di Pelabuhan Auckland Selandia baru tahun 1985, karena menentang uji coba nuklir Prancis di Pulau Muroroa. (ctg)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3214 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 715 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 663 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman