Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Ratusan Nelayan Takut Melaut, 3 Warung Hancur
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Gelombang pasang melanda Pantai Lebih Gianyar hari Kamis (02/08). Akibatnya ratusan nelayan takut melaut dan 3 warung lesehan hancur diterjang gelombang.
Gelombang pasang setinggi 3 hingga 5 meter melanda kawasan Pantai Lebih sejak 5 terakhir. Selain menghantam bibir pantai, ombak juga mencapai daratan sekitar Pantai Lebih.
Akibat gelombang pasang ini, seratus lebih nelayan Pantai lebih takut melaut. Dengan alasan keselamatan, mereka memilih tetap di darat sejak 5 hari lalu.
Udah dari 5 hari lalu saya dan teman-teman nelayan sini tidak melaut. Daripada celaka lebih baik di darat saja sambil memperbaiki perahu,†kata Koming, seorang nelayan pantai Lebih.
Selain membuat ratusan nelayan tak berani melaut, gelombang pasang ini juga menghancurkan 3 warung lesehan yang berada di pinggir Pantai Lebih. Pemilik warung terpaksa memindahkan tempat usaha mereka ke lokasi yang aman dari jangkauan gelombang.
Menurut pihak Balai Meteorologi dan Geofisika (BMG) Denpasar, gelombang pasang yang menerjang Pantai Lebih Gianyar disebabkan angin kencang di selatan perairan Bali yang mencapai 37 kilometer per jam. Kondisi ini diperkirakan masih akan terjadi hingga 2 hari ke depan.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3874 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2096 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2008 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1920 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1783 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun