Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Residu Bahaya di Anggur Muscat, Malaysia Pantau Ketat Makanan Impor
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Kesehatan Malaysia memantau ketat makanan impor buntut laporan anggur muscat yang mengandung residu bahan kimia berbahaya.
Kemenkes Malaysia mengatakan tindakan itu diambil usai Thailand menemukan kandungan zat berbahaya dalam anggur Shine Muscat yang diimpor ke negara itu.
"Pemantauan berkelanjutan dilakukan di semua 70 titik di seluruh negeri," demikian pernyataan Kemenkes Malaysia, dikutip Bernama.
Pemantauan itu, lanjut mereka, melibatkan kegiatan pengendalian dan kepatuhan semua makanan impor termasuk "buah-buahan dan sayuran."
"Kegiatan ini meliputi pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik, pemeriksaan label, pengambilan sampel, dan penahanan di gudang importir," demikian pernyataan Kemenkes.
Program Keamanan dan Mutu Pangan (FSQP) juga akan terus meningkatkan pemantauan pengiriman makanan impor melalui Sistem Informasi Keamanan Pangan Malaysia (FoSIM).
Mereka bakal menggunakan pendekatan inspeksi berbasis risiko enam tingkat.
Di Malaysia, residu pestisida diatur berdasarkan Peraturan 41 Regulasi Pangan 1985, yang mengacu pada standar Codex international.
Jika pihak berwenang menemukan makanan impor yang melanggar aturan di Malaysia, pemerintah akan menghentikan pengiriman tersebut.
Langkah Kemenkes Malaysia muncul usai Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN) mengumumkan anggur Shine Muscat yang diimpor ke negara itu mengandung puluhan residu kimia berbahaya.
Mereka mencatat sebanyak 23 dari 24 sampel anggur Shine Muscat yang diambil dari 15 toko di seluruh Bangkok terbukti mengandung residu pestisida dengan kadar melebihi batas wajar.
"Satu sampel mengandung Chlorpyrifos, bahan kimia berbahaya (Tipe 4) yang dilarang," demikian pernyataan Thai-PAN, seperti dikutip The Nation Thailand.
Mereka lalu berujar, "Sedangkan 22 sampel lain mengandung 14 jenis residu beracun yang melebihi batas wajar (ditetapkan tidak lebih dari 0,01 mg/kg)."
Thai-PAN merinci sebanyak 50 jenis residu beracun telah terdeteksi di anggur-anggur tersebut.
Lebih rinci, dua residu Tipe 4 yakni Chlorpyrifos dan Endrin aldehyde. Kemudian 26 residu Tipe 3, yang tak disebutkan secara detail.
Lalu 22 residu yang tak terdaftar di bawah peraturan zat berbahaya Thailand, antara lain Triasulfuron, Cyflumetofen, Chlorantraniliprole, Flonicamid, Etoxazole, dan Spirotetramat. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan