Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Samsung Berhenti Produksi Layar LCD Mulai Juni
BERITABALI.COM, DUNIA.
Samsung Display dikabarkan segera menghentikan bisnis produksi LCD mulai akhir Juni 2022. Kebijakan Ini diterapkan lebih cepat enam bulan dari rencana awal karena Samsung sebelumnya mengumumkan akan menutup bisnisnya pada akhir 2022.
Mengutip GSM Arena, Selasa (31/5/2022), disebutkan bahwa jadwal lebih cepat ini muncul karena terlalu ketatnya persaingan. Oleh karenanya Samsung bakal meminimalisir kerugian dari bisnis tersebut.
Nantinya Samsung Display akan fokus pada produksi panel QLED dan QD (quantum-dot). Sementara karyawan di bisnis LCD akan dipindah ke bisnis QD.
Baca juga:
Karangasem Diguncang Gempa Magnitudo 4,1
Saat ini laporan dari Display Supply Chain Consultants mengungkapkan bahwa harga LCD turun 36,6 persen dari harga sebelumnya pada Januari 2014, yang merupakan periode puncak produksi komponen LCD.
Kondisi diperparah dengan kemunculan produsen LCD lain seperti BOE dari China dan AU Optronics dari Taiwan. Kedua perusahaan ini ikut bersaing dan menawarkan harga lebih murah ke konsumennya.
Samsung awalnya berencana menghentikan bisnis LCD pada tahun 2020. Dengan kemunculan Covid-19 dan meningkatnya kebutuhan untuk smartphone dan tablet murah, Samsung kemudian menunda penutupan bisnis tersebut. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2256 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 950 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun