Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Satpol PP Jembrana Tertibkan Reklame Kedaluwarsa di Mendoyo
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jembrana menertibkan enam reklame kedaluwarsa dan terpasang di lokasi yang tidak sesuai aturan di wilayah Kecamatan Mendoyo, Selasa (14/4). Penertiban berlangsung di sepanjang Jalan Denpasar–Gilimanuk.
Materi yang diturunkan terdiri dari satu baliho ucapan hari raya milik anggota DPRD Jembrana di Jembatan Bilukpoh, satu pamflet obat pertanian di Yeh Embang Kangin, serta empat spanduk, di antaranya spanduk ucapan Nyepi merek Aquaviva dan spanduk rokok 76 Apel yang tersebar di beberapa titik.
Kabid PPUD Satpol PP Jembrana, I Ketut Jaya Wirata, menjelaskan penertiban dilakukan untuk menindak reklame yang rusak, kedaluwarsa, dan tidak dilengkapi izin retribusi. Semua materi reklame langsung diturunkan dan diamankan ke Mako Satpol PP untuk didata.
“Semua reklame kami inventarisasi sesuai kondisi saat ditemukan. Data ini jadi dasar saat pemilik mengambil kembali,” ujarnya.
Penertiban selesai sekitar pukul 12.00 WITA. Situasi tetap aman dan tidak ada kendala di lapangan. Satpol PP Jembrana melanjutkan pemantauan rutin di wilayah Mendoyo untuk mencegah pemasangan reklame tanpa izin.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2329 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun