Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Sirkuit Motegi Hujan, MotoGP Panggil Rara Pawang Hujan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sirkuit Motegi dilanda hujan deras ketika menggelar sesi latihan bebas MotoGP Jepang 2022 pada Sabtu (24/9/2022) siang. Pihak MotoGP pun berkelakar memanggil Rara pawang hujan.
Hujan deras di Sirkuit Motegi bahkan membuat sesi kualifikasi Moto2 Jepang 2022 harus dihentikan sementara dan panitia mengibarkan red flag.
Akun Twitter MotoGP, @MotoGP pun berkelakar di sela-sela hujan yang mengguyur sirkuit dengan panjang 4,8 kilometer itu dengan mencuit soal Rara pawang hujan.
"Memanggil Rara dalam 3,2,1...," cuit MotoGP dengan turut menyertakan foto Rara pawang hujan yang tengah melakukan aksinya di Sirkuit Mandalika.
Rara pawang hujan memang menjadi salah satu sorotan utama ketika MotoGP kembali menyambangi Indonesia tahun lalu. Saat MotoGP Mandalika 2022, Rara melakukan aksi mengusir hujan deras di lintasan yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.
Saat berita ini diturunkan, hujan masih mengguyur Sirkuit Motegi kendati dalam intensitas ringan. Alhasil, sesi kualifikasi pertama (Q1) MotoGP Jepang 2022 pun tengah dilangsungkan.
Setelah menggelar Q1, MotoGP Jepang 2022 juga akan menggelar kualifikasi kedua (Q2) untuk menentukan posisi start para pebalap dalam balapan besok, Minggu (25/9/2022).
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4528 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2341 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1986 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1046 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun