Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 26 September 2026
Skorsing 7 Atlet Taekwondo, Pengurus Pengprov TI Bali Terancam Dipolisikan
Senin, 19 Juni 2017,
21:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gara-gara dituduh menskorsing 7 atlet taekwondo secara sepihak, Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Bali terancam dipolisikan. Sejatinya, Ketua Pengprov TI Bali, Agung Lan Ananda akan dipidanakan dengan tuduhan diskriminasi terhadap anak dibawah umur.
Ancaman melaporkan ke polisi dijelaskan kuasa hukum para atlet Siti Sapurah alias Ipung. Menurutnya, sebenarnya kasus diskriminasi ini sudah dilaporkan ke Polda Bali, namun tidak mendapat respon.
[pilihan-redaksi]
“Dalam waktu dekat ini saya akan lapor ke Polsek - polsek sesuai dengan alamat tempat tinggal anak - anak ini," tegas Ipung, Senin (19/6).
Menurut pemerhati anak-anak ini, kasus dugaan diskriminasi ini berawal dari Lan Ananda mengskorsing 7 orang atlet Taekwondo Kota Denpasar yang berlaga di Malaysia Open pada 23 - 25 September 2016 lalu. Mereka adalah Julianto Putu Oka, Putu Oka Mahendra, Wayan Divayana Banendra Putra, I Gusti Agung Lanang Saputra, I Putu Bagus Paramananda, Mira Adelia Putra, dan Ni Kadek Nia Ananda Suaryandari.
“Para atlet berprestasi ini diskorsing karena saat itu mereka berfoto bersama dengan Sekretaris TI Kota Denpasar, Cornelius Ratu yang telah diskorsing saat di Malaysia,” katanya.
Padahal, kata Ipung, kehadiran Cornelius di negeri Jiran itu atas biaya sendiri dan sebagai penonton.
"Masalahnya mereka ini anak-anak dibawah umur. Jelas mereka mengalami diskriminasi anak,” bebernya.
Sehingga, dengan skorsing selama 2 tahun itu, para atlet penambang medali tersebut tidak bisa tampil di ajang Pekan Olahraga Pelajar bulan lalu dan di arena Porprov Bali di Kabupaten Gianyar pada September mendatang.
"Saya sebagai pemerhati anak, sedih dan menangis melihat kejadian ini. Anak-anak berprestasi yang akan mengharumkan nama bangsa dan negara di masa yang akan datang, kok malah diperlakukan seperti ini, ungkapnya.
Akibat skorsing tersebut, prestasi mereka bakal selesai karena anak-anak ini tidak bisa tampil di ajang apapun. Ini yang disebut menghalang kemerdekaan anak-anak sebagaimana diatur dalam UU.
“Anak anak atlet ini sekarang mengalami stres, depresi dan trauma. Dalam waktu dekat, kami akan melaporkan Pak Lan Ananda ke polisi dengan tuduhan diskriminasi terhadap anak," tandasnya. [bbn/idc/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8436 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5805 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3631 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2457 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026