Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Tabrakan Beruntun di Melaya, Pelajar Tewas
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jalur utama Denpasar–Gilimanuk kembali menjadi sorotan setelah kecelakaan maut terjadi di KM 106–107 depan Griya Tuwed, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Rabu (22/4/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WITA.
Kecelakaan melibatkan dua sepeda motor Honda Beat dan sebuah kendaraan roda empat yang tidak diketahui identitasnya. Korban meninggal merupakan pelajar berusia 16 tahun, I Gusti Ngurah Agung Adi Krisna, asal Dusun Sari Kuning, Tukadaya. Sementara pelajar lainnya, I Ketut Catur Gigi Astawa, selamat tanpa luka serius. Keduanya sedang berkendara menuju sekolah saat insiden terjadi.
Baca juga:
Tabrakan di Candidasa, Satu Pengendara Tewas
Kronologi kecelakaan bermula ketika kendaraan roda empat tidak dikenal bergerak dari arah Gilimanuk menuju Denpasar sambil mendahului kendaraan lain. Pada saat bersamaan, motor DK 2524 ZR yang dikendarai I Ketut Catur Gigi Astawa berhenti karena menghindari manuver kendaraan tersebut.
Motor korban yang berada di belakangnya tidak sempat mengerem dan menabrak bagian belakang motor di depannya. Korban terjatuh ke kanan, lalu tertabrak kendaraan tidak dikenal yang datang dari arah barat.
Kondisi jalan saat kejadian diketahui baik, marka utuh, dan cuaca cerah di pagi hari, namun kepadatan serta kecepatan kendaraan di jalur utama ini membuat potensi kecelakaan semakin tinggi.
Kapolsek Melaya, I Ketut Sukadana menegaskan bahwa insiden ini kembali menunjukkan tingginya kerawanan kecelakaan di jalur Denpasar–Gilimanuk, terutama yang melibatkan pelajar.
“Kami imbau para orang tua untuk benar-benar memperhatikan anak-anaknya. Banyak pelajar yang belum cukup umur namun sudah membawa motor di jalur utama seperti ini. Risikonya sangat besar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kurangnya pengalaman dan fokus pengendara muda sering menjadi pemicu insiden fatal.
“Anak-anak mudah panik dan tidak bisa cepat membaca situasi jalan. Di jalur padat seperti Denpasar–Gilimanuk, itu bisa berakibat fatal seperti yang terjadi hari ini,” tegasnya.
Petugas Polsek Melaya dan Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana langsung mendatangi lokasi, mengevakuasi korban ke Puskesmas Melaya, mengamankan barang bukti, serta membuat laporan resmi mengenai kejadian tersebut.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap pelajar yang mengendarai sepeda motor harus diperketat, khususnya di jalur-jalur rawan kecelakaan seperti Denpasar–Gilimanuk.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2323 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun