Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Tanah Lot Tambah Atraksi Budaya, Kunjungan Wisman Tetap Ramai
BERITABALI.COM, TABANAN.
Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot di Kabupaten Tabanan terus menunjukkan geliat positif.
Ribuan wisatawan datang setiap hari, dengan wisatawan mancanegara asal Australia masih mendominasi meski sempat muncul peringatan perjalanan dari negaranya.
Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, optimistis bahwa tingkat kunjungan wisatawan asing akan tetap tinggi pada bulan Agustus mendatang.
“Travel warning dari Australia memang sering terjadi, tapi wisatawannya tetap datang,” jelasnya saat ditemui, Rabu (23/7/2025).
Ia menargetkan kunjungan wisatawan asing bisa mencapai 5.000 hingga 6.000 orang per hari, meskipun masa liburan sekolah telah berakhir.
Sebagai bentuk inovasi, Tanah Lot kini menghadirkan atraksi budaya interaktif. Wisatawan bisa menikmati pertunjukan okokan dari Kediri dan tektekan dari Kerambitan yang digelar setiap Jumat hingga Minggu pukul 14.00–17.00 WITA, sebelum pertunjukan tari Kecak saat matahari terbenam.
Tidak hanya menyaksikan, pengunjung juga bisa belajar langsung memainkan alat musik tradisional tersebut, dibimbing oleh para seniman lokal.
“Bagi agen perjalanan yang ingin membawa tamunya ikut tampil, kami sudah siapkan fasilitasnya,” tambah Sudiana.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi Tanah Lot untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih personal, menggabungkan keindahan alam, kekayaan budaya lokal, serta partisipasi langsung wisatawan dalam kegiatan tradisional Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3306 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 778 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 717 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman