Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Tercatat 127 Rumah Jadi Korban Puting Beliung
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jumlah rumah yang rusak akibat terjangan angin puting beliung di Denpasar, Minggu (11/11) setelah didata tercatat ada 127 rumah.
Ke-127 rumah itu berada di tujuh banjar, di Desa Padangsambian Kaja Denpasar Barat, dan Pemecutan Kaja Denpasar Utara. Selain bangunan rumah, juga rusak satu gedung SD No 14, dan enam unit ‘pelinggih’ sanggah.
Sebagian besar rumah yang rusak di bagian atapnya seperti genteng dan asbes. Pemerintah Kota Denpasar, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah menyerahkan bantuan material berupa genteng dan asbes kepada warga yang rumahnya rusak.
“Kami sudah serahkan 2.000 buah genteng dan 100 lembar asbes ke warga yang rumahnya jadi korban puttng beliung,†ujar Kepala Dinas PU Denpasar, Ketut Winarta, usai mengikuti rapat evaluasi antisipasi bencana di kantor Walikota, Senin (12/11).
Hingga Senin kemarin, hampir semua bangunan rumah warga yang rusak sudah berhasil diperbaiki dengan melibatkan 70 petugas dari Dinas PU dibantu warga setempat. Begitu juga kondisi sekolah dasar (SD) NO 14 hingga kemarin sudah berhasil diperbaiki dan sudah bisa dipakai kegiatan belajar mengajar guru dan siswanya.
“Kesigapan dan peran serta petugas yang dibantu dibantu masyarakat bisa mengurangi beban korban bencana,†ujar walikota Anak Agung Puspayoga, saat meninjau SD No. 14 Pemecutan, Denpasar, Senin (12/11). Walikota juga berpesan kepada para siswa agar tetap rajin belajar agar tidak ketinggalan dalam mengejar ilmu. (sss/art)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3212 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 711 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 663 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman