Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Warga AS Beberkan Kondisi Menyedihkan Tentara Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Warga Amerika Serikat yang turut berperang di Ukraina membeberkan kondisi menyedihkan para tentara Rusia saat berperang. Menurutnya, mereka tak bersenjata lemgkap dan tak punya perencanaan yang matang.
Jeffrey Barnes, bukan nama sebenarnya, tercatat dua kali menginjakkan kaki di medan perang Ukraina. Barnes turut berperang saat awal invasi yakni Februari hingga Juni. Ia mulai bertempur kembali pada pekan ini.
"Ini seperti kehilangan banyak nyawa orang tak berdosa di sana. Saya memakai lebih dari 100 torniket di bulan pertama saya di Kyiv," kata Barnes seperti dikutip Newsweek, Sabtu (8/10).
Sebelum terjun di Ukraina, Barnes punya pengalaman tempur di Irak. Ia bahkan menggambarkan perang di negara Eropa timur itu bak di Irak dan Afghanistan.
"Pertempuran terisolasi, berkeliling menunggu seseorang menembak kami. Saya kira saya tahu perang, tapi tidak. Ini [di Ukraina baru yang namanya] perang. Ini gila," kata dia.
Sebagai seorang yang akrab dengan militer, Barnes menggambarkan Ukraina sebagai pusat militer. Negara ini, katanya, memiliki sejarah yang kuat.
Ia bahkan menilai sejarah bukan cuma tontonan di Ukraina, tetapi menjadi tempat tinggal.
Barnes juga terpesona bagaimana Ukraina terbentuk dari politik dan perang secara umum, terutama dalam satu abad terakhir.
"Kami bertempur dengan tank besar di tempat-tempat, di mana Jerman dan Rusia bertempur, dan Rusia kalah dengan cara yang sama," ucap dia lagi.
Orang yang telah berkeliling ke banyak negara itu menggambarkan Rusia sejak awal benar-benar menggelikan. Mulai dari jumlah pasukan yang terbatas di Kyiv, perlakuan buruk ke personel mereka, dan tak ada perwira yang tak mendapat tugas di arena.
Menurut Barnets, banyak tentara Rusia meninggalkan senjata mereka di medan perang. Perlengkapan mereka juga tak memadai, ia bahkan menyebutnya sebagai "peralatan sampah."
"Kebanyakan orang yang kita tangkap bukan menjatuhkan senjata, tetapi kebanyakan orang bahkan tak memilikinya," tutur dia.
Ia juga menilai banyak tentara Rusia tak kreatif, tak terlatih, dan tak punya kepemimpinan yang jelas.
Tentara Ukraina sementara itu memiliki antusiasme yang tinggi untuk latihan, dan punya perencanaan yang matang. Barnes pun tak heran, jika belakangan pasukan Kyiv berhasil kembali merebut sejumlah wilayah yang sempat dikendalikan pasukan Moskow.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4521 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2335 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1983 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1042 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun