Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Warga Pendem Pertanyakan Bantuan Caleg
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Gelaran Pemilu Legislatif (Pileg) sudah lama berakhir namun bagi warga Lingkungan Satria, Pendem, Jembrana pesta demokrasi itu belum sepenuhnya berakhir. Pasalnya, warga menilai gelontoran dana dari para calon legislatif (caleg) saat masa kampanye dulu tidak jelas juntrungannya. Mereka menduga bantuan yang bernilai hingga puluhan juta itu ditilep oleh oknum kepala lingkungan (kaling), I Wayan Diandra.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (10/12) menyebutkan saat masa kampanye caleg berlomba-lomba meraih simpati warga Lingkungan Satria yang dinilai potensial menambah gelontoran suara lantaran jumlahnya mencapai 1.000 KK lebih.
Saat melakukan warga melakukan tatap muka dengan caleg, Diandra kerap menjadikan rehab balai banjar Satria sebagai senjata untuk mengeruk sumbangan dari para caleg baik berupa uang cash maupun material bangunan.
Sumbangan material yang diterima setidaknya berupa 8 M3 pasir, belasan kubik batu, 80 M2 keramik dan ribuan batu bata.
Dulu ada toko bangunan yang bawa batu bata dan ditaruh di halaman balai banjar. Selang beberapa lama kemudian, toko itu datang lagi dan batu bata itu diangkut kembali. Katanya Pak Kaling belum bayar padahal sudah dikasi uang oleh caleg yang nyumbang bata itu, ujar sumber Beritabali.com, Kamis (10/12).
Sementara untuk sumbangan dalam bentuk uang cash yang diterimanya, Diandra terbilang tertutup lantaran tidak satupun warga yang mengetahuinya. Banyak warga yang menduga kalau sumbangan uang tersebut mencapai puluhan juta rupiah.
Kendatipun sudah menerima banyak sumbangan, namun rehab balai banjar yang direncanakan menghabiskan dana hingga Rp. 200 juta lebih tidak kunjung dimulai.
Lantaran lama tidak dimulai satu persatu sumbangan material itu raib. Keramik yang mencapai 80 M2 itu kini tersisa hanya 5 M2 saja. Pasir yang tertimbun di halaman balai banjar pun kian lama-kian menyusut karena diambil warga, ujar sumber yang menolak disebutkan namanya itu.
Warga menduga, menyusutnya jumlah keramik itu lantaran dipakai untuk kepentingan Diandra pribadi. Untuk mengorganisir proyek renovasi balai banjar Satria, Diandra membentuk kepanitiaan dan mewajibkan seluruh warga Satria membayar iuran sebesar Rp. 100 ribu per KK yang dapat dicicil sepuluh kali.
Namun, sayangnya kepanitiaan renovasi balai banjar tersebut tidak bersedia melaksanakan tugasnya, termasuk mengumpulkan iuran warga karena Diandra belum membuat pertanggungjawaban sumbangan caleg yang semestinya digunakan untuk proyek tersebut.
Panitia saja tidak tahu berapa dana yang bisa terkumpul dari sumbangan-sumbangan caleg itu. Kami minta agar Kaling mempertanggungjawabkannya dulu sehingga jelas, terang warga lainnya.
Kondisi amburadulnya sumbangan caleg ini menuai pembangkangan dari warga Satria. Mereka tidak mau membayar iuran tersebut sebelum Diandra mempertanggungjawabkan sumbangan-sumbangan caleg itu.
Hingga kini pertanggungjawaban itu masih belum ada sehingga renovasi balai banjar itu masih belum bisa dilakukan, imbuhnya.
Sementara itu, Diandra saat dikonfirmasi awak media, Kamis (10/12) membantah kalau dirinya dikatakan menilep sumbangan caleg. Diandra berjanji akan segera mempertanggungjawabkan sumbangan yang diperoleh dari para caleg.
Biar jelas, saya akan segera mempertanggungjawabkannya dalam rapat pertanggungjawaban, tandasnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4677 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2316 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan