Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 26 Mei 2026
Yacht Raksasa Elit Rusia Tiba-Tiba Muncul di Hong Kong
BERITABALI.COM, DUNIA.
Yacht berukuran raksasa yang diduga terkait oligarki Rusia yang sedang kena sanksi Negara Barat berlabuh di Hong Kong. Yacht bernama The Nord sepanjang 142 meter yang dikatakan salah satu terbesar di dunia itu terpantau CNN berada di perairan Hong Kong pada Jumat (7/10).
Kapal yang setidaknya bernilai US$ 500 juta ini dipercaya milik miliuner industrial asal Rusia Alexey Mordashov.
Waktu ketibaan kapal itu di Hong Kong disebut pada Rabu (5/10) dari pelabuhan Vladivostok di Rusia, menurut Kementerian Kelautan Hong Kong. Sejauh ini tak ada informasi kapan yacht itu akan berlayar ke destinasi selanjutnya.
Nord saat ditemui mengibarkan bendera Rusia dengan nama 'Vladivostok' terpampang di buritan. Beberapa orang menggunakan seragam diduga kru terlihat di dek kapal.
Kementerian Kelautan Hong Kong mengatakan 'tak berkomentar atas setiap kasus masuknya kapal'. Namun kota ini diketahui mewajibkan pemilik kapal dari luar negeri mendapatkan izin dari otoritas untuk memasuki perairan.
"Kami mencatat bahwa negara-negara tertentu dapat menjatuhkan sanksi sepihak terhadap tempat-tempat tertentu atas dasar pertimbangan mereka sendiri," kata kementerian itu.
Tetapi pemerintah 'tidak akan menerapkan, kami juga tidak memiliki otoritas hukum untuk mengambil tindakan, sanksi sepihak yang dijatuhan yurisdiksi lain'.
Sanksi AS
Mordashov adalah salah satu orang terkaya Rusia. Estimasi kekayaannya US18,7 miliar menurut Bloomberg Billionaries Index. Taipan itu adalah chairman Severstal, perusahaan raksasa baja dan pertambangan Rusia yang memiliki 54 ribu karyawan di 69 negara.
Mordashov telah disanksi Amerika Serikat pada Juni lalu. Bukan cuma itu, tiga perusahaan Mordashov dan istri dan kedua anaknya juga kena sanksi.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam pernyataannya saat itu mengatakan bahwa Kementerian Keuangan telah mengambil tindakan lebih lanjut untuk 'menurunkan jaringan yang memungkinkan elit Rusia, termasuk Presiden [Vladimir] Putin, untuk secara anonim menggunakan aset mewah di seluruh dunia'.
AS bukan satu-satunya negara yang menindak orang kaya Rusia. Beberapa yacht terkait pengusaha Rusia telah disita pada tahun ini, termasuk di Spanyol, Jerman dan Inggris.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2155 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2003 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1485 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1370 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli