Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Budaya Bali Tempo Dulu Kian Diminati
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pengelola sekaligus pemilik Bali Classic Centre (BCC Bali Mini) di Banjar Nyuh Kuning, Desa Mas Ubud, Pande Ketut Krisna megakui sejak dibukanya dua tahun lalu, sudah banyak wisatawan mancanegara maupun domestik yang menikmati paket yang ditawarkan.
Termasuk rombongan parlemen dunia dari 110 negara peserta acara IPU, juga terkesan dengan tempat ini." Tiap hari, mulai pukul 09.00 disuguhkan atraksi budaya Bali tempo dulu yang benar-benar klasik, mulai dari wayang kulit, aneka tarian, tabuh, gamelan, prosesi panca yadnya, dan lainnya, "
papar Pande Ketut Krisna di sela-sela acara resepsi pernikahan putrinya, Pande Yuliantari dengan Ngurah Esa Mahaputra.Konsep BCC Bali ini, diakuinya lahir dari inspirasinya sendiri.
Dan mulai diwujudkan sejak lima tahun. Dengan modal Rp 15 Miliar, akhirnya BCC Bali Mini yang luas lahannya 5,5 hektare ini pun terwujud dan resmi beroperasi sejak dua tahun lalu.
Setiap pengunjung bisa menyaksikan atraksi atau hiburan klasik Bali tempo dulu, misalnya bagaimana proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional, menumbuk padi tempo dulu, dan berbagai keunikan lainnya.Untuk mendukung aktivitas atraksi tersebut sehari-hari, Krisna memiliki 80 karyawan dengan berbagai keahliannya masing-masing.
" Tiap hari pengunjung yang datang rata-rata 200 orang, sebagian wisman sebagian domestik, " ujar Krisna.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan