Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
Pengerajin Gamelan Bambu Kesulitan Bahan Baku
Sari Mekar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pengerajin gamelan dari bambu disebut gerantang dalam sepekan terakhir kesulitan mendapatkan bahan baku untuk memproduksi gamelan tersebut, masalahnya,
bambu yang digunakan harus memenuhi standar tersendiri untuk menghasilkan suara yang merdu.
“bambu yang cocok digunakan jenis bambu tabah yang berumur tahunan dan bambu jenis ini harus kering di lokasi penanaman, bukan kering karena dijemur, ini yang manjadi kesulitan kita, di samping itu, harga bambu ini jauh lebih mahal dibandingkan bambu untuk kepentingan lain, “ ungkap Ketut Jingga, Pengerajin Gamelan bambu dari Desa Sari Mekar Kecamatan Buleleng.
Sebelumnya, para pengerajin gamelan bambu memanfaatkan bambu hasil kebun yang ditanam sendiri, namun saat ini para petani untuk mendapatkan produksi gamelan yang bagus dan baik harus mencari bambu hingga ke luar Buleleng. “kondisi ini sering kami alami dimana permintaan stabil, tapi kendalanya sulit dapat bambu, walaupun ada harganya mahal mencapai Rp 100.000/ satu ikat,†papar Jingga.
Kesulitan para pengerajin gamelan mendapatkan bambu yang baik dan bagus, akhirnya berdampak pada kenaikan harga atas penjualan gamelan bambu, untuk satu set gamelan dijual Rp 200.000, sedangkan harga lama Rp 150.000 tiap satu set. Kenaikan harga lagi Rp 50.000 itu dinilainya wajar apalagi ongkos pembuatannya juga mengalami kenaikan beberapa pekan terakhir ini.
“ongkos karyawan untuk mendesain gamelannya saja lebih dari Rp 70.000, kemudian ongkos pembuatan rangka rata-rata Rp 50.000, ya, kalau hitung-hitung untungnya tipis, tapi bagi saya tak masalah dapat untung sedikit yang penting ada tambahan penghasilan keluarga,†papar Jingga.
Menurut Ketut Jingga yang juga pembina Tari Joged, untuk mendapatkan gamelan yang berkualitas tergantung bahan baku bambu yang digunakan. Agar suara gamelan nyaring dan tahan lama bambu yang digunakan harus kering di lokasi penanaman.
Biasanya bambu yang kering di lokasi penanaman ini usianya hingga puluhan tahun. Bambu dengan kualitas seperti ini sangat sulit didapat. Jika memakai bambu yang tak kering di lahan penanaman sebenarnya bisa saja. Tetapi suaranya kurang bagus serta tidak bertahan lama. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3277 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 764 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 701 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman