Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Yang Dikembangkan Baru Cuma 20%

Selasa, 30 Oktober 2007, 17:45 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi mengatakan, potensi area pebudidayaan rumput laut di Indonesia sangat besar yakni mencapai 1.110.900 hektar. Namun yang baru termanfaatkan hanyalah 20% nya atau sekitar 222.180 hektare.



Menurut Menteri, komoditi rumput laut di pasar internasional masih sangat terbuka lebar. Bahkan, di tahun 2012 mendatang pun, produk jenis ini masih berpeluang besar di pasar dunia. Hal ini mengingat rumput laut bisa menjadi bahan baku berbagai keperluan, tak cuma untuk produk kosmetika maupun jenis makanan olahan lainnya, tapi juga bisa dibuat kertas.

"Rumput Laut bisa dijadikan kertas," ujar Menteri Freddy Numberi sambil memperlihatkan selembar kertas hasil olahan dari bahan baku rumput laut di luar negeri, saat jumpa wartawan di Sanur, usai membuka acara bertajuk 'Seaweed International Business Forum and Exhibition', Selasa (30/10).



Produksi Rumput Laut di dalam negeri, kata menteri, terus meningkat dari tahun ke tahun. Yakni pada 2005 berproduksi 910.6636 ton, meningkat menjadi 1.079.850 ton pada 2006. "Pada 2009 mendatang ditargetkan produksinya mencapai 1.900.000 ton," ujarnya.
Untuk mencapai itu, diterapkan pola pengembangan kawasan yang diperkirakan akan mencapai 25.000 hektar, dimana seluas 10.000 haktar untuk Gracilaria species, dan 15.000 haktare untuk Euchema species.


Dalam pengembangan komoditas rumput laut, kata menteri, memerlukan investasi dan modal kerja sebesar Rp 70.984 juta per hektar-nya. Bibitnya sendiri akan dikembangkan di sentra-sentra pengembangan kawasan seperti Lampung, DKI, Banten, Jawa Barat, Jateng, termasuk Bali.
Dengan pengembangan tersebut diperkirakan akan mampu menyerap 255.000 tenaga kerja.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami