Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Hambat Perkembangan UMKM di Indonesia
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan ikut menjadi faktor penghambat tumbuh majunya UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) secara merata di seluruh Indonesia.
Padahal program penjaminan kredit sudah digulirkan sejak 1971 oleh PT Askrindo (Asuransi Kredit Indonesia) yang sekaligus tercatat yang sebagai lembaga penjamin kredit (LKP) pertama di tanah air.
"Faktor geografis kepulauan memang menjadi salah satu faktor belum berkembangnya UMKM di Indonesia sebagaimana yang diharapkan. Negara-negara yang UMKM-nya sudah maju juga mengakui faktor kepulauan ini," jelas Sekretaris Jenderal ACSIC (Asian Credit Supplementation Institution Confederation), Nanang Waskito di hari kedua konferensi ACSIC di Nusa Dua, Rabu (7/11).
Namun di sisi lain, Nanang mengakui, gebrakan pemerintah dengan mengucurkan dana sebesar Rp 1,45 triliun dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) kepada dua LPK, yakni Askrindo dan Perum Sarana itu adalah sebagai terobosan baru dan pertama kalinya. Dana yang bersumber dari APBN itu dipastikan akan sangat membantu tumbuh-kembangnya UMKM di tanah air.
Dengan dana sebesar itu berarti dana yang bisa dijaminkan dua LPK adalah sampai Rp 14,5 triliun, dan bisa menjangkau 580 ribu UMKM dengan rata-rata pinjaman Rp 25 juta. "Bila setelah mendapat kredit Rp 25t juta, tiap UMKM minimal bisa mempekerjakan 3 orang, berapa tenaga kerja sudah bisa ditampung," ujarnya.
Menurut Nanang, UMKM di Indonesia sebagian besar di sektor pertanian, di samping juga ada aneka kerajinan, dan jasa. Berbeda dengan di negara-negara maju seperti Jepang, UMKM nya lebih diodominasi perdagangan dan jasa. Dari segi jumlah, UMKM di Indonesia tercatat paling banyak yakni mencapai 48
juta.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2785 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2027 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1967 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1800 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun