Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Bujang Lapuk Pukul Siswi SMP
BERITABALI.COM, BULELENG.
Gagal mencium wanita idamannya yang masih duduk di bangku SMP, seorang bujang lapuk nekat melakukan pemukulan hingga mengakibatkan harus berurusan dengan polisi.
Ulah nekat yang dilakukan Made Tirta, warga Dusun Yeh Panes, Desa Pemuteran Kecamatan Gerokgak Selasa malam akibat kecewa, karena gagal mencium wanita idamannya, Komang Armini tetangganya sendiri, selain itu, aksi penganiayaan itu dilakukan karena cintanya kepada Armini bertepuk sebelah tangan.
Kapolsektif Gerokgak, AKP. IGN Purnawa mengungkapkan, pelaku Made Tirta melakukan aksinya akibat kemarahan yang memuncak dengan memukul bibir korban dan mengakibatkan luka robek.
Yang bersangkutan menghampiri korban dan mau mencium, namun justru nekat melakukan pemukulan, pelaku sudah tua dan masih bujang berumur 33 tahun, sedangkan korban masih pelajar berumur 14 tahun,papar Purnawa.
Dari pengakuan Made Tirta saat didengarkan keterangannya di Mapolsektif Gerokgak terungkap, sejak lama telah jatuh cinta kepada korban Komang Armini yang masih duduk di bangku SMP, namun upaya menyampaikan rasa cintanya telah dilakukan, hanya saja tidak mendapatkan balasan, sehingga saat mendapat kesempatan pelaku ingin mencium korban, namun upaya itu gagal dilakukan.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1704 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1580 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun