Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Ari Harapkan Uluran Tangan Sesama
Bebandem
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Malang nasib yang dialami Ni Ketut Ari Karmawati (18). Gadis asal Banjar Tiingan Kaja , Bebandem itu dinyatakan telah menderita penyakit kanker darah putih sejak 10 tahun lalu. Akibat penyakit yang dialaminya itu membuat Ari tidak bisa tumbuh normal layaknya remaja seusianya.
Dalam kunjungan Beritabali.com, di usianya yang beranjak dewasa saat ini, Ari tak bedanya terlihat dengan balita berumur 4 tahun, dengan kondisi fisik yang cukup memprihatinkan dan perutnya yang nampak semakin membuncit.
Pihak keluarga mengaku hanya bisa pasrah terkait penyakit yang diidap Ari, tak lain karena alasan keterbatasan ekonomi membuat pihak keluarga ini tidak bisa berbuat banyak untuk kesembuhan Ari.
Kondisi demikian membuat putri bungsu empat bersaudara, pasangan I Nengah Suastika (54) dan Ni Nengah Puspa ini dalam kesehariannya hanya bisa tergolek lemas di tempat tidur.
Kakak Ari, I Komang Geria menuturkan gejala sakit yang diderita adiknya sejak berumur 8 tahun ditandai dengan badan panas dan sering muntah darah.
"Dulu, rumah sakit tempat adik saya dirawat menyarankan untuk merujuk ke RSUP Sanglah, namun karena terbelit ekonomi saran itu tidak bisa kami ikuti," ujarnya sedih.
Saat ini pihak keluarga dituturkan Geria sangat berharap adanya uluran tangan para dermawan, atau pihak yang peduli untuk memberikan bantuan biaya pengobatan guna mempercepat kesembuhan Ari. (kkk)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan