Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Harga Sembako Masih Tinggi
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meskipun hari raya Galungan sudah lewat beberapa hari, namun harga-harga sembako tak kunjung turun. Harga sejumlah bahan pokok seperti beras, minyak goreng, kedelai, dan tepung, hingga hari ini masih tetap tinggi, sehingga masih memberatkan konsumen.
Di Pasar Badung, harga beras C4 (beras lokal Tabanan-red), berkisar antara Rp. 5.500 hingga Rp. 7.000 per kilogram. Harga minyak goreng bahkan naik sebesar Rp. 1.500. Jika sebelumnya minyak goreng dijual Rp. 10.000 per kilo, kini naik menjadi Rp. 11.500 sampai Rp. 12.000 per kilo.Tepung terigu saat ini dijual di kisaran Rp. 7.000 per kilogram, sedangkan kacang kedelai saat ini telah mencapai Rp. 8.500 per kilogram. Sementara itu, harga gula pasir masih stabil di kisaran Rp. 6.000 hingga Rp. 6.500 per kilogram.
Baca juga:
Perusahaan Baim Wong Daftarkan Merek
Tingginya harga sembako ini, tak ayal membuat sejumlah masyarakat mengeluh. Pasalnya, meskipun hari raya Galungan telah usai, namun harga masih tetap membumbung tinggi.Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Badung, Dewantari, mengaku saat ini ia mengalami penurunan penjualan.“Sekarang ini tidak banyak masyarakat yang berbelanja, sehingga penjualan saya menurun. Paling tidak, harga-harga sembako masih tetap tinggi sampai beberapa minggu kedepan,” ujarnya. (psk)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan