Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Tim Gabungan Bekuk DPO Illegal Logging
Busungbiu
BERITABALI.COM, BULELENG.
Berawal dari temuan 15 batang kayu olahan di pinggiran hutan Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Tim Gabungan dari Unit Buser Sat Reskrim Polres Buleleng bersama Polisi Kehutanan Kabupaten Buleleng menangkap dua warga Desa Sepang, Ketut Darmawan,(38) dan Putu Agus Sastrawan,(30) saat mengangkut 27 batang kayu tanpa ijin resmi di Dusun Asah, Sepang.
Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol Khaidar Latief mengungkapkan, kedua pelaku terpaksa digelandang ke Mapolres Buleleng karena saat ditangkap Tim Gabungan tidak bisa menunjukkan surat ijin resmi pengangkutan kayu tersebut.“Diduga kuat, 27 batang kayu olahan yang diangkut itu merupakan kayu hasil hutan Sepang,” ungkapnya.
“Kasus pengangkutan kayu tanpa ijin resmi di Desa Sepang itu masih dalam penyelidikan dan penyidikan. Bahkan, Polres Buleleng bersama Dinas Kehutanan Kabupaten Buleleng masih melakukan pengembangan di lokasi penemuan kayu tersebut,” papar Khaidar Latief.
Penangkapan dua warga Desa Sepang, Ketut Darmawan dan Putu Agus Sastrawan yang masuk DPO dalam kasus illegal logging di kawasan Hutan Desa Sepang, berawal saat ditemukan 15 batang kayu hasil olahan di pinggir hutan.
Kemudian Tim Gabungan melakukan pengawasan, dan memergoki kedua pelaku tengah mengangkut 27 kayu yang sama dari pinggir hutan Desa Sepang, sehingga keduanya diamankan bersama mobil pick up DK 9412 VC ke Mapolres Buleleng. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan