Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Memalukan ! Foto Sekda Ardha Bugil Beredar
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tdak hanya empat foto mesra dan mesum Sekda Buleleng Ketut Ardha dan pengusaha Rumah makan “Sari Rasa” Ririn ‘diburu’ warga Buleleng, namun Kamis (14/2) beredar informasi foto Sekda Ketut Ardha berbugil ria alias telanjang bulat tanpa sehelai benang.
“Memang ada, ini terbaru mas, sangat memalukan sekali, kok pejabat setingkat Sekda berbuat seperti ini, telanjang lagi di foto sampai kelihatan barangnya itu, wah, mana nih etika seorang pejabat,” ungkap penjaga counter di Singaraja.
Dalam gambar yang terpampang di foto tersebut berdiri Sekda Ketut Ardha sambil tersenyum dan kedua tangannya terlentang ke bawah seperti memamerkan ‘barang pusakanya’, “kalau begini ini, pasti yang jepret itu ceweknya,” papar penjaga counter.
Menurut penjaga Counter yang tidak mau disebutkan namanya itu, belum banyak ada yang minta gambar Sekda Buleleng telanjang bulat itu, hanya saja beberapa yang sudah mengetahui kabar adanya foto ini sudah memintanya ditaruh di Handphone.
“Ada sekitar tiga puluhan orang sudah kesini, kebanyakan ibu-ibu PNS, kayaknya dari Pemkab itu, tapi ada juga tuh bapak-bapak yang penasaran dan langsung meminta untuk disimpan di hp,” ujarnya lagi.Sementara, terkait beredarnya foto-foto mesra dan adegan mesum serta foto Sekda bugil itu belum diketahui asalnya, namun diduga, beredarnya lima foto dari jepretan handphone itu berasal dari hp milik Ririn (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan