Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




KBD Jajaki Lagi 3 Partai Gurem

Sabtu, 16 Februari 2008, 20:43 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Posisi PKPI di dalam gerbong KBD kini semakin memunculkan teka-teki. Pasalnya, hasil pertemuan Ketua KBD Bali AA Sumari Agung dengan Ketua Umum PKPI, Meutia Hatta dan juga Brigjen Nyoman Gde Suwetha selama di Jakarta belum bisa dipublikasikan.

Apakah ini pertanda PKPI akan hengkang dari KBD? Sekjen KBD, Arya Wedakarna yang dikonfirmasi masih enggan berkomentar. “Untuk sementara hasil pertemuan semalam di Jakarta belum bisa saya sampaikan,” ujar Wedakarna saat dihubungi Sabtu (16/2).

Sumber beritabali.com memastikan jika PKPI sudah memberikan rekomendasi untuk paket Winasa-Alit Putra, ini setelah terjadi pergantian pimpinan di PKPI Bali.

Sementara itu, kini KBD malah sudah menjajaki 3 partai gurem lainnya untuk diajak bergabung ke wadah KBD. Ini berarti, hampir dipastikan akan terjadi tarik-menarik antara KBD dengan kolasi partai gurem lainnya yang disebut-sebut dimotori Partai Demokrat, dan konon akan mengusung paket Winasa-Alit Putra.

Saat didesak, 3 partai gurem mana saja yang dijajaki oleh KBD, lagi-lagi Wedakarna yang dikenal sebagai tokoh World Hindu Youth Organization (WHYO) ini belum bersedia menyebutkannya. “Nantilah kalau Partai Golkar sudah menggandeng Pak Suwetha berpaket dengan CBS,” elak Wedakarna.

Namun Wedakarna menyatakan keyakinannya, 2 dari 3 partai gurem yang sedang dijajaki tersebut akan bergabung ke KBD. Jadi, katakanlah PKPI nantinya benar-benar keluar dari KBD, maka jumlah partai yang tergabung dalam KBD bisa 7 sampai 8 partai. Saat ini ada 6 partai termasuk PKPI.

Saat didesak lagi, bagaimana kalau Golkar tidak merekrut Suwetha berpaket dengan CBS, Wedakarna menyatakan masih optimis paket tersebut akan terwujud. “Tapi kalau tidak jadi, ya kami akan cari calon lain untuk mendampingi Pak Suwetha,” ujarnya.

Kondisi dan peluang ini tentu akan memancing sejumlah bakal calon gubernur yang gagal terjaring oleh partai besar sebelumnya untuk ikut berebut posisi Bali-1. Skenario dan manuver-manuver politik pun diprediksi akan berlangsung semakin ketat. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sss



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami