Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Menunggu

Jumat, 22 Februari 2008, 08:38 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Bagi beberapa pemerhati perilaku politik, pemilihan gubernur Bali (Pilgub) bulan Juli mendatang adalah peperangan tiga presiden, yakni Presiden yang sedang berkuasa, yang mau jadi Presiden dan mantan Presiden.

"Peperangan" tiga presiden itu dapat dilihat dari kendaraan politik yang dikendarai masing-masing kandidat.

Mangku Pastika untuk mantan Presiden Megawati, Cok Budi Suryawan untuk calon presiden dari Golkar yakni Jusuf Kala, sedangkan yang masih jadi tanda tanya besar adalah kendaraan atau kandidat yang dapat disebut representasi dari Presiden sekarang.



"Pokoknya secara nasional, pilkada Bali sangat penting dan strategis," demikian kesimpulan beberapa pengamat seputar dinamika demokrasi menjelang Pilkada Bali. Kenapa Pilkada Bali menjadi penting? "Bali merupakan barometer politik, utamanya bagi PDI Perjuangan, seperti halnya PKB di Jawa Timur.

Jangankan PDIP yang secara tradisional menguasai hegemoni kekuasaan dan politik di Bali, PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang kental dengan sentuhan Islami juga tertarik ikut bermain di Bali, apa arti semua ini?" demikian Putu Agus Sami Artha, seorang pemerhati perilaku politik muda memberikan apresiasinya.

Demikianlah ranah politik dan demokrasi Bali semakin menarik untuk dimaknai, juga untuk ditonton. Kalau begitu, yuk kita nonton akrobatik politik para aktor-aktor politik kita! 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami