Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Sering Talangi Uang Setoran
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Supir bus AKDP (Antar Kota Dalam Propinsi) yang beroperasi pada jalur Denpasar-Gilimanuk, kini nasibnya semakin merana. Pasca kejadian Bom Bali II tahun 2005 silam, jumlah penumpang yang menggunakan jasa trayek angkutan ini merosot tajam.
Salah satu sopir, Ketut Wibawa (37) yang ditemui di Terminal Negara, Rabu (27/2), mengaku pendapatannya dari tahun ke tahun semakin merosot. Penurunan penghasilannya bermula dari kejadian Bom Bali I yang sempat menggegerkan dunia perekonomian Bali, ditambah lagi dengan kejadian Bom Bali II.
“Selain Bom Bali, tingkat kepemilikan sepeda motor sekarang banyak sekali. Masyarakat lebih memilih pakai sepeda motor, daripada pakai angkot,” keluh Wibawa. Ketika ditanya penghasilannya, Wibawa mengaku maksimal membawa penghasilan bersih sebesar Rp. 50.000 per hari.
Padahal sebelumnya ia bisa mengantongi penghasilan hingga Rp. 300.000. “Kalau dulu, saya dua kali pulang pergi sudah dapat tiga ratus ribu, tapi sekarang paling banyak dapat lima puluh ribu,” lanjut Wibawa. Selain penghasilannya yang turun drastis, Wibawa pun mengaku sering 'norok' (menalangi-red) uang setoran. “Beli bensin saja kadang tidak cukup.
Akibatnya, saya sering norok setorang sama bos. Bos kan tidak peduli saya dapat penumpang atau tidak, yang penting saya tetap nyetor,” ujarnya lagi Kini Wibawa dan sopir AKDP lainnya hanya bisa pasrah menunggu pemerintah menerapkan kebijakan yang berpihak kepada sopir. Terlebih mengemudi merupakan sumber utama mata pencaharian para sopir.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3309 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 718 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman