Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Sering Talangi Uang Setoran
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Supir bus AKDP (Antar Kota Dalam Propinsi) yang beroperasi pada jalur Denpasar-Gilimanuk, kini nasibnya semakin merana. Pasca kejadian Bom Bali II tahun 2005 silam, jumlah penumpang yang menggunakan jasa trayek angkutan ini merosot tajam.
Salah satu sopir, Ketut Wibawa (37) yang ditemui di Terminal Negara, Rabu (27/2), mengaku pendapatannya dari tahun ke tahun semakin merosot. Penurunan penghasilannya bermula dari kejadian Bom Bali I yang sempat menggegerkan dunia perekonomian Bali, ditambah lagi dengan kejadian Bom Bali II.
“Selain Bom Bali, tingkat kepemilikan sepeda motor sekarang banyak sekali. Masyarakat lebih memilih pakai sepeda motor, daripada pakai angkot,” keluh Wibawa. Ketika ditanya penghasilannya, Wibawa mengaku maksimal membawa penghasilan bersih sebesar Rp. 50.000 per hari.
Padahal sebelumnya ia bisa mengantongi penghasilan hingga Rp. 300.000. “Kalau dulu, saya dua kali pulang pergi sudah dapat tiga ratus ribu, tapi sekarang paling banyak dapat lima puluh ribu,” lanjut Wibawa. Selain penghasilannya yang turun drastis, Wibawa pun mengaku sering 'norok' (menalangi-red) uang setoran. “Beli bensin saja kadang tidak cukup.
Akibatnya, saya sering norok setorang sama bos. Bos kan tidak peduli saya dapat penumpang atau tidak, yang penting saya tetap nyetor,” ujarnya lagi Kini Wibawa dan sopir AKDP lainnya hanya bisa pasrah menunggu pemerintah menerapkan kebijakan yang berpihak kepada sopir. Terlebih mengemudi merupakan sumber utama mata pencaharian para sopir.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3760 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1699 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang