Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Warga Enggan Rayakan Nyepi di Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Melonjaknya penumpang di Pelabuhan Gilimanuk pada H-1 Nyepi, ternyata disebabkan keengganan masyarakat merayakan Nyepi di Bali. Sejumlah warga yang memanfaatkan jasa penyeberangan di pelabuhan ini pun tidak menampik jika mereka enggan merayakan Nyepi di Bali.
Ubed misalnya. Pria kelahiran Jember-Jawa Timur ini, mengaku tidak betah tinggal berlama-lama di Bali saat Hari Raya Nyepi. “Waktu Nyepi itu kan sepi sekali mas, tidak ada orang yang lalu lalang. Mau duduk-duduk di teras rumah saja tidak boleh. Saya jadi tidak betah kalau Nyepi,†ujarnya.
Komentar berbeda dilontarkan oleh Ibrahim. Menurut ayah satu anak ini, dirinya pernah beberapa kali merayakan Nyepi di Bali. Ketika ditanya mengapa ia lebih memilih pergi ke Jawa ketimbang merayakan Nyepi di Bali, ia mengaku hanya ikut-ikutan tetangganya yang juga “mudik†ke Jawa. “Aduh, gimana ya? Saya hanya ikut-ikutan tetangga saya saja.
Tetangga saya di rumah semuanya pada pulang ke Jawa, jadi saya ikut saja mumpung rumah orang tua di Banyuwangi,†ujarnya.Penumpang yang menuju Pulau Jawa ternyata tidak hanya didominasi oleh umat non Hindu yang enggan merayakan Nyepi di Bali. Namun beberapa umat Hindu pun ada yang pergi ke Jawa untuk melaksanakan Catur Brata Penyepian di Pulau Jawa.
Ayu Trisnawati misalnya. Ia mengaku ingin merasakan suasana berbeda pada Nyepi tahun ini. Untuk itu, ia memilih Nyepi di Banyuwangi ketimbang di Bali.“Saya ingin Nyepi di Pura Blambangan, supaya suasana tahun ini beda dengan tahun sebelumnya. Sekalian tirta yatra dan silaturahmi dengan umat Hindu yang ada disana,†ujar Ayu.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli