Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
DB Peringkat Teratas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyakit demam berdarah masih harus diwaspadai. Data sejumlah instansi bahkan menunjukkan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk ini, menempati urutan teratas peringkat penyakit. Sejak awal tahun 2008, penyakit demam berdarah telah menjadi primadona penyakit. Data Dinas Kesehatan Provinsi Bali bahkan mencatat lebih dari 1.500 kasus DB terjadi dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Di RSUP Sanglah Denpasar, angka penyakit DB dalam kurun waktu Januari hingga Pebruari 2008 bahkan menempati urutan teratas. Data di rumah sakit terbesar di nusa tenggara ini mencatat pada bulan Januari terdapat 247 kasus, sedangkan pada bulan Pebruari tercatat 351 kasus. Kepala Pelayanan Medik Rawat Jalan RSUP Sanglah, dr. IGB Ken Wirasandhi membenarkan jika penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Agypty ini menempati urutan teratas. Bahkan ia meramalkan DB masih akan menempati urutan teratas dalam kurun waktu beberapa bulan mendatang.
“Memang benar sejak Januari kemarin DB menempati urutan teratas dari 10 diagnosa penyakit terbanyak di RSUP Sanglah. Bukan tidak mungkin jika dalam kurun waktu beberapa bulan berikutnya DB masih menempati posisi teratas,” ungkap Ken. Lebih lanjut Ken mengatakan, saat ini masyarakat dihimbau waspada dengan penyakit demam berdarah, terlebih saat ini musim sedang tidak menentu.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8203 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5688 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3552 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2404 Kali
ABOUT BALI
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben