Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tidak Suka Memakai Jasa Preman
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Profil Gubernur Bali harapan warga terus bermunculan. Kali ini dari sejumlah mahasiswa asal Bali yang sedang kuliah di luar Bali. Salah satu harapan yang cukup menarik adalah agar Gubernur Bali mendatang tidak menggunakan jasa preman apalagi memelihara preman. Harapan ini antara lain disampaikan oleh Novi (21), mahasisiwi asal Bali yang sedang kuliah di Universitas Padjajaran Bandung.
”Yang jelas, gubernur Bali mendatang harus tidak korupsi. Selain itu juga tidak memakai jasa preman saat menjalankan kebijakannya atau saat menghadapi pihak yang kritis terhadap kinerjanya,” kata Novi, lewat e-mailnya ke redaksi beritabali.com. Gubernur Bali mendatang, kata Novi, juga harus mulai menggusur pemukiman kumuh, yang bisa mengganggu kenyamanan para wisatawan yang berkunjung ke Bali.
”Pembangunan perumahan jangan terlalu rapat agar ada ruang hijau. Juga harus ada kebijakan menjauhkan pabrik-pabrik penyebab polusi dari kawasan pemukiman.” Harapan lain muncul dari Ryasa (22), mahasiswa asal Bali yang sedag kuliah di STIKES Ngudi Waluyo, Ungaran, Semarang, yang juga mengirim harapannya lewat e-mail.
”Gubernur Bali mendatang harus bisa memajukan Bali terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan pariwisata yang sempat anjlok karena bom Bali, agar kembali pulih seperti semula.” Gubenur mendatang juga hendaknya tidak menganggarkan biaya APBD untuk hal-hal yang tidak terlalu penting, misalnya gonta ganti mobil dinas pejabat atau yang tidak bermanfaat bagi rakyat Bali. Semua pengeluaran harus bermanfaat bagi rakyat dan transparan,” kata Ryasa.
Di bidang pariwisata, Ryasa juga berharap agar Pemprov Bali mendatang lebih menekankan pariwisata Bali dengan mengenalkan budaya Bali. ”Pariwisata Bali ke depan harus kembali ke awal, yakni lebih mengedepankan atraksi seni budaya Bali, dan bukannya dengan kehidupan malam glamour seperti di Kuta yang sama sekali bukan ciri khas bali,” katanya.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan