Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Petani Buat Jalan Khusus ke Lokasi Heli Jatuh
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pasca jatuhnya helikopter Air Bali diatas ladang di Pantai Lebih Gianyar, ribuan warga terus berdatangan ke lokasi ini. Untuk mencegah kehancuran ladang di sekitar jatuhnya heli, beberapa petani membuat jalan setapak khusus menuju lokasi jatuhnya heli tersebut. Dari pantauan Beritabali.com sore ini, sudah ada jalan setapak khusus yang dibuat beberapa petani pemilik ladang.
Di sepanjang jalan setapak ini terdapat pagar dari tanaman yang berfungsi melindungi tanaman di ladang dari injakan kaki warga. "Biar kebun saya tidak tambah hancur pak. Biar kebun disana (lokasi jatuh helikopter) saja yang hancur diinjak-injak," kata salah seorang petani kacang, yang menolak menyebutkan namanya. Saat Beritabali.com menanyakan namanya, petani ini malah marah-marah.
"Mau apa tanya-tanya nama segala. Emangnya kalau kebun kacang saya sudah hancur begini kamu mau ganti?," katanya gusar. Hingga Rabu petang, badan helikopter Air Bali masih ditutup terpal warna biru. Hingga kini belum ada petugas dari KNKT yang turun ke lokasi jatuhnya helikopter ini. Selain ditutup terpal warna biru, badan helikopter ini juga dipasangi garis polisi dan dijaga sejumlah aparat dari Polres Gianyar.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun