Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Perbekel: Itu Warna Pink, Bangkitkan Semangat Anak Muda
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ratusan warga demo ke Kantor Perbekel Desa Bungkulan, Rabu (23/4) memprotes warna tembok Kantor Perbekel yang dicat merah (lebih tepat Pink), bahkan sejumlah warga mensinyalir pengecatan itu dikaitkan dengan arogansi PDIP di Desa Bungkulan.
“ini harus ada kejelasan kenapa kok warna merah seperti ini, kenapa tidak putih biar netral, ini lebih arogan lagi, kantor desa sebagai tempat pelayanan publik yang netral dicat warna merah, ini kan sudah menyalahi etika pemerintahan,” ujar Wayan Buda, warga setempat.
Menanggapi hal itu, Perbekel Desa Bungkulan Ketut Kusuma Ardana tidak mampu memberikan penjelasan yang tepat, bahkan terlihat gelagapan saat menjawab pertanyaan warga,” cat tembok kantor ini warnanya pink, bukan merah, warna merah muda ini merupakan aspirasi kaum muda dan masukan masyarakat, sebagia lambang semangat, bukan warna partai seperti yang dipikirkan,” ujar Kusuma Ardana gelagapan sehingga mengundang reaksi keras dari warga.
Pertemuan Perbekel dan BPD Bungkulan dengan ratusan warga Desa Bungkulan yang melakukan protes tidak menemui titik temu, bahkan pertemuan itu berlangsung memanas, sehingga para warga akan meneruskan aspirasinya ke Kecamatan.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5798 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2557 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan