Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Perbekel: Itu Warna Pink, Bangkitkan Semangat Anak Muda
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ratusan warga demo ke Kantor Perbekel Desa Bungkulan, Rabu (23/4) memprotes warna tembok Kantor Perbekel yang dicat merah (lebih tepat Pink), bahkan sejumlah warga mensinyalir pengecatan itu dikaitkan dengan arogansi PDIP di Desa Bungkulan.
“ini harus ada kejelasan kenapa kok warna merah seperti ini, kenapa tidak putih biar netral, ini lebih arogan lagi, kantor desa sebagai tempat pelayanan publik yang netral dicat warna merah, ini kan sudah menyalahi etika pemerintahan,” ujar Wayan Buda, warga setempat.
Menanggapi hal itu, Perbekel Desa Bungkulan Ketut Kusuma Ardana tidak mampu memberikan penjelasan yang tepat, bahkan terlihat gelagapan saat menjawab pertanyaan warga,” cat tembok kantor ini warnanya pink, bukan merah, warna merah muda ini merupakan aspirasi kaum muda dan masukan masyarakat, sebagia lambang semangat, bukan warna partai seperti yang dipikirkan,” ujar Kusuma Ardana gelagapan sehingga mengundang reaksi keras dari warga.
Pertemuan Perbekel dan BPD Bungkulan dengan ratusan warga Desa Bungkulan yang melakukan protes tidak menemui titik temu, bahkan pertemuan itu berlangsung memanas, sehingga para warga akan meneruskan aspirasinya ke Kecamatan.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1976 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1793 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1736 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1531 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun