Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Baliho KPU dan BNK Dicopot Sat Pol PP
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Satpol PP Pemkab Karangasem hari ini mencopot baliho sosialisasi KPU dan baliho Badan Natkotika Kabupaten. Pemasangan baliho ini membuat semrawut wajah kota Amlapura Karangasem. Setidaknya ada empat baliho yang diturunkan pasukan Sat Pol PP. Keempat baliho berukuran besar tersebut sebelumnya terpasang di depan Kawasan Tugu Pahlawan Amlapura.
Baliho yang menjadi korban ini antara lain baliho sosialisasi pemilihan gubernur yang dipasang Komisi Pemilihan Umum Bali. Tak hanya itu, baliho milik Badan Narkoba Kabupatan (BNK) Karangasem yang berisi ajakan untuk menjauhi narkoba juga diturunkan. Kadis DLHKP, Made Bagiada mengatakan, aksi penurunan paksa tersebut dilakukan untuk menghindari kesan semrawut wajah kota Karangasem. Pihaknya menegaskan, pemasangan Baliho atau atribut lainnya sudah ditentukan lokasinya namun kurang diperhatikan.
”Kawasan seperti sekitar tugu pahlawan seharusnya steril dari baliho ataupun spanduk dan atribut lainnya. Namun kenyataannya justru lokasi tersebut dijadikan tempat favorit untuk memasang atribut-atribut tadi. Karena kita nilai melanggar jadi sudah sepantasnya kita ambil tindakan,” kata Bagiada.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun