Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pelaksanaan Jamkesmas Belum Optimal
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meskipun program asuransi masyarakat miskin (askeskin) sudah berubah nama menjadi Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) per 1 Januari 2008, namun hingga saat ini, pelaksanaannya di lapangan belum sesuai dengan petunjuk teknis (juknis). Pasalnya, data pasien miskin yang masuk dalam Jamkesmas, adalah data masyarakat miskin tahun 2006 yang didata oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Data dari RSUP Sanglah Denpasar mencatat, hingga tahun 2008 ini jumlah pasien miskin yang dirawat oleh rumah sakit terbesar di kawasan Nusa Tenggara ini berjumlah 5.138 pasien.
Namun dari jumlah tersebut, tidak semuanya masuk dalam data masyarakat miskin yang ditetapkan dalam SK Bupati/Walikota. Ketua Tim Pengendalian Masyarakat Miskin, Dr. Ketut Semarajaya mengatakan, saat ini hampir semua kabupaten/kota yang telah menyetorkan data masyarakat miskin yang ditetapkan dalam SK Bupati/Walikota. Sayangnya, data tersebut tidak mengakomodir seluruh pasien miskin yang berobat ke RSUP Sanglah. ”Sebenarnya hampir semua daerah sudah menyetorkan nama-nama masyarakat miskin. Sayangnya tidak semua nama itu masuk kedalam SK Bupati/Walikota sehingga masih diperlukan revisi-revisi lagi,” pungkas Semarajaya.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2320 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun