Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Perawat Nakal RS Klungkung Curi Obat Pasien
Semarapura
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Citra RSUD Klungkung yang baru saja mengajukan diri untuk mendapatkan akreditasi C+ menjadi Akeditasi B, ternoda oleh ulah perawat Dewa Suparta yang menyembunyikan dan tidak menyuntikkan obat terhadap pasien yang hampir sekarat.
Kejadian ini bermula saat pasien Ida Bagus Gede (97) menjalani rawat inap di RSUD Klungkung dengan menempati Sal F I/1. Dia dirawat sejak Selasa (10/6) karena mengalami sakit hipertensi.
Sejak mulai dirawat inap, pasien ini belum mengalami perubahan apapun atas sakit yang dideritanya. Kecurigaan mulai muncul dari anak pasien, Ida Bagus Alit Suryawan.
Kecurigaan bermula saat hari Minggu (15/6) sekitar pukul 23.30 wita Alit Suryawan mengontak perawat untuk mengganti infus yang sudah habis.
Perawat Dewa Suparta datang dengan tangan kosong dan mengganti infus hanya dengan obat Herbezer. Sementara obat herbetes powder injection tidak dicampurkan dalam infus.
Pada saat itu pula Alit Suryawan mempertanyakan kenapa obat herbetes powder injction tidak dicampurkan ke dalam botol infus. Menurut Alit, perawat mengaku telah mencampurkan obat itu ke dalam Herbezer.
Mendengar keterangan perawat, Alit Suryawan masih tidak percaya dan menyuruh Dewa Suparta menunjukkan botol bekas obat yang tergolong mahal itu. Dewa Suparta lalu mencari sampai ke tong sampah dan toilet namun tidak menemukan bekas botol itu sampai akhinya menyerah dan mengakui jika obat yang akan disuntikkannya itu masih ada dalam saku baju.
Kontan saja anak dari pasien berang dan mengambil label nama yang melekat di dada kanan perawat nakal ini. Dewa Suparta akhirnya menyuntikkan obat tersebut dan terbukti beberapa saat kemudian ayahnya mulai dapat tidur dengan nyenyak.
Atas kejadian ini, Alit merasa telah dirugikan oleh pihak RSUD Klungkung karena tindakan menyimpang perawat ini menyangkut nyawa dan profesionalisme pekerjaan.
“Saya sudah beli obat empat kali, yang tiga kali itu mungkin obatnya dijual dan yang keempat akhirnya ketahuan.” ujarnya.
Kecewa dengan pelayanan di rumah sakit ini, keluarga pasien akhirnya memutuskan untuk memindah korban ke rumah sakit lain. (igs)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5384 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3447 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2282 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1064 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan