Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Tikus Mengganas, Produksi Gabah Anjlok
Tabanan
Rabu, 2 Juli 2008,
16:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Serangan hama tikus di sejumlah subak di Tabanan berakibat fatal. Akibat serangan "jero ketut" ini, produksi gabah di Tabanan merosot tajam.
Musim panen kali ini produksi gabah menurun mencapai 1000 ton atau sekitar 0,83 persen. Sedangkan kecamatan Tabanan diprediksi mengalami kerugian terbesar yakni mencapai 326,83 ton, disusul Penebel 222 ton, dan Baturiti 202 ton.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Tabanan I Nyoman Sunarta, Rabu (2/7) . Menurutnya, selain hama tikus penyebab merosotnya produksi gabah di Tabanan adalah penggerek batang , wereng coklat, tungro, dan kresek.
Serangan tikus menggganas di daerah bagian utara seperti Marga, Tabanan utara, Baturiti dan Penebel.
" Pada bulan Januari lalu sebanyak 55 hektar lahan pertanian diserang tikus. Februari serangan semakin meningkat menjadi 136 hektar. Sedangkan di Bulan Maret 261 hektar lahan sawah diserang hama tikus," beber Sunarta.
Pada bulan April dan Mei, serangan tikus sempat menurun masing-masing 73 hektar dan 51 hektar, di pertengahan Juni tikus menyerang 34 hektar sawah.
Meski telah melalukan berbagai upaya seperti pemasangan umpan, pengropyokan, serta menyarankan kepada subak untuk melakukan upacara agama, namun serangan tikus tetap saja ada.
Selain itu juga dibagikan pestisida pada masing-masing subak yang terserang berupa pyton, rantgon, maupun belerang.
"Meski demikian serangan hama tikus tetap saja mengganas,
walaupun pada beberapa lokasi sudah ada perubahan," terang Sunarta. (nod)
Musim panen kali ini produksi gabah menurun mencapai 1000 ton atau sekitar 0,83 persen. Sedangkan kecamatan Tabanan diprediksi mengalami kerugian terbesar yakni mencapai 326,83 ton, disusul Penebel 222 ton, dan Baturiti 202 ton.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Tabanan I Nyoman Sunarta, Rabu (2/7) . Menurutnya, selain hama tikus penyebab merosotnya produksi gabah di Tabanan adalah penggerek batang , wereng coklat, tungro, dan kresek.
Serangan tikus menggganas di daerah bagian utara seperti Marga, Tabanan utara, Baturiti dan Penebel.
" Pada bulan Januari lalu sebanyak 55 hektar lahan pertanian diserang tikus. Februari serangan semakin meningkat menjadi 136 hektar. Sedangkan di Bulan Maret 261 hektar lahan sawah diserang hama tikus," beber Sunarta.
Pada bulan April dan Mei, serangan tikus sempat menurun masing-masing 73 hektar dan 51 hektar, di pertengahan Juni tikus menyerang 34 hektar sawah.
Meski telah melalukan berbagai upaya seperti pemasangan umpan, pengropyokan, serta menyarankan kepada subak untuk melakukan upacara agama, namun serangan tikus tetap saja ada.
Selain itu juga dibagikan pestisida pada masing-masing subak yang terserang berupa pyton, rantgon, maupun belerang.
"Meski demikian serangan hama tikus tetap saja mengganas,
walaupun pada beberapa lokasi sudah ada perubahan," terang Sunarta. (nod)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1970 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026