Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tikus Mengganas, Produksi Gabah Anjlok
Tabanan
Rabu, 2 Juli 2008,
16:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Serangan hama tikus di sejumlah subak di Tabanan berakibat fatal. Akibat serangan "jero ketut" ini, produksi gabah di Tabanan merosot tajam.
Musim panen kali ini produksi gabah menurun mencapai 1000 ton atau sekitar 0,83 persen. Sedangkan kecamatan Tabanan diprediksi mengalami kerugian terbesar yakni mencapai 326,83 ton, disusul Penebel 222 ton, dan Baturiti 202 ton.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Tabanan I Nyoman Sunarta, Rabu (2/7) . Menurutnya, selain hama tikus penyebab merosotnya produksi gabah di Tabanan adalah penggerek batang , wereng coklat, tungro, dan kresek.
Serangan tikus menggganas di daerah bagian utara seperti Marga, Tabanan utara, Baturiti dan Penebel.
" Pada bulan Januari lalu sebanyak 55 hektar lahan pertanian diserang tikus. Februari serangan semakin meningkat menjadi 136 hektar. Sedangkan di Bulan Maret 261 hektar lahan sawah diserang hama tikus," beber Sunarta.
Pada bulan April dan Mei, serangan tikus sempat menurun masing-masing 73 hektar dan 51 hektar, di pertengahan Juni tikus menyerang 34 hektar sawah.
Meski telah melalukan berbagai upaya seperti pemasangan umpan, pengropyokan, serta menyarankan kepada subak untuk melakukan upacara agama, namun serangan tikus tetap saja ada.
Selain itu juga dibagikan pestisida pada masing-masing subak yang terserang berupa pyton, rantgon, maupun belerang.
"Meski demikian serangan hama tikus tetap saja mengganas,
walaupun pada beberapa lokasi sudah ada perubahan," terang Sunarta. (nod)
Musim panen kali ini produksi gabah menurun mencapai 1000 ton atau sekitar 0,83 persen. Sedangkan kecamatan Tabanan diprediksi mengalami kerugian terbesar yakni mencapai 326,83 ton, disusul Penebel 222 ton, dan Baturiti 202 ton.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Tabanan I Nyoman Sunarta, Rabu (2/7) . Menurutnya, selain hama tikus penyebab merosotnya produksi gabah di Tabanan adalah penggerek batang , wereng coklat, tungro, dan kresek.
Serangan tikus menggganas di daerah bagian utara seperti Marga, Tabanan utara, Baturiti dan Penebel.
" Pada bulan Januari lalu sebanyak 55 hektar lahan pertanian diserang tikus. Februari serangan semakin meningkat menjadi 136 hektar. Sedangkan di Bulan Maret 261 hektar lahan sawah diserang hama tikus," beber Sunarta.
Pada bulan April dan Mei, serangan tikus sempat menurun masing-masing 73 hektar dan 51 hektar, di pertengahan Juni tikus menyerang 34 hektar sawah.
Meski telah melalukan berbagai upaya seperti pemasangan umpan, pengropyokan, serta menyarankan kepada subak untuk melakukan upacara agama, namun serangan tikus tetap saja ada.
Selain itu juga dibagikan pestisida pada masing-masing subak yang terserang berupa pyton, rantgon, maupun belerang.
"Meski demikian serangan hama tikus tetap saja mengganas,
walaupun pada beberapa lokasi sudah ada perubahan," terang Sunarta. (nod)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026