Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bocah 16 Bulan Itu Dijual Rp 3 Juta
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Terbongkarnya penjualan anak kandung sendiri, berawal dari Ahyar membawa anaknya, Riska Sari, di bilangan Tohpati.
Baca juga:
Santri Tewas Terseret Ombak Saat Ikut MOS
Tak lama, Ahyar menaiki sebuah angkot yang disopiri Putu Tinggal (68). Nah, saat berada di dalam angkot, Ahyar mengeluh dan mengatakan kalau dia butuh pekerjaan untuk menghidupi anaknya. Terlena bujuk rayu Ahyar, Putu mencarikan pekerjaan di kawasan Ubung.
Tiba di kawasan Jalan Sekar Tunjung, Denpasar, Ahyar minta angkot berhenti. Dia pun kembali menuturkan dan merelakan anaknya diadopsi orang lain. Putu, supir angkot itu pun iba. Lantas dia ingat akan tetangganya yang tak memiliki anak.
"Tapi anak yang ditawarkan kepada tetangga Putu, ditolak dengan alasan keluarga besarnya tidak setuju," jelas Kapolsek.
Akhirnya, Riska Sari yang kini berusia 16 bulan ditawarkan kepada pasutri : I Made Tirtajati (31) dan istrinya, Ayu Sri Ratih (31).
Di lain kesempatan, Ahyar mengaku merelakan anaknya untuk diasuh, dengan catatan pasutri yang akan mengadopsi anaknya memberikan uang Rp 3 juta. Dengan alasan uang tersebut akan digunakan untuk membeli tiket, pulang ke Pontianak.
Pasutri tersebut iba. Apalagi melihat fisik Ahyar yang lemah dan mengaku kalau ibunya sudah meninggal.
Baca juga:
Santri Tewas Terseret Ombak Saat Ikut MOS
"Sedari awal, kami tidak berniat membeli anak Ahyar," tutur Made Tirtajati, ketika ditemui sejumlah wartawan di polsek Dentim.
Made Tirtajati mengatakan, pemberian uang itu, sebagai bekal Ahyar pulang ke kampung. Dan, suatu saat bila Ahyar kembali dan melihat anaknya, Made Jati merelakan.
Nah, suatu ketika, mendadak ada seorang ibu (tersangka Nurhayani, Red) yang melapor ke Polsek Denbar dan mengaku kehilangan anak karena dibawa kabur suaminya. Lantaran kasus ini berada di wilayah Denpasar Timur, Polsek Denbar melimpahkan kasusnya ke Polsek Dentim.
"Pasutri itu kita duga bersekongkol. Sengaja melaporkan kehilangan anak. Padahal anak tersebut sudah dijual. Nantinya setelah diadopsi orang lain, anak tersebut diminta kembali," selidiki Arianta.
Polsek Dentim dan Polsek Dentim melakukan penyelidikan. Akhirnya, pasutri (Ahyar dan Nurhayani), ditangkap di rumah kosan di Jalan Kusuma Dewa III/18 Denpasar.
Kecurigaan polisi semakin kuat setelah dari pengakuan Ahyar kalau uang Rp 3 juta itu telah digunakan untuk membayar utang pada seseorang. Sedangkan sisanya dibelikan televisi tapi sudah dijual lagi. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan