Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Setengah Bulan, 1.154 Duktang Terjaring
Kuta Utara
BERITABALI.COM, BADUNG.
Giat razia penduduk pendatang (Duktang, Red) di wilayah Badung, yang dilaksanakan selama setengah bulan (September) ini, menuai hasil yang menggembirakan. Sebanyak 1154 warga terjaring polisi dan aparat desa setempat. Sedianya, sidak ini dilakukan guna mengantisifasi tindak kriminalitas menjelang Lebaran dan memantau gerakan teroris yang masuk ke Bali.
Intensitas razia ini, menurut Kapolres Badung AKBP Ahmad Subarkah, sebagai bentuk antisifasi aksi-aksi tindak criminal. Tepatnya, razia yang dilakukan dalam setengah bulan ini, untuk memantau gerakan terorisme di Bali.
“ Kita tak ingin pengeboman terjadi lagi di Bali,â€tegas Kapolres Badung AKBP Ahmad Subarkah.
Dikatakan AKBP Subarkah, di Bulan Oktober, telah terjadi berbagai kejadian luar biasa. Pada Oktober 1999 terjadinya pembakaran kantor Pemkab Badung, Oktober 2002 terjadi bom Bali 1, disusul Oktober 2005 bom Bali dua.
“Urutan ini adalah siklus tiga tahunan yang sepertinya menjadi mitos tersendiri. Jadi kebetulan selisih kejadian itu berjarak tiga tahun,“ imbuhnya.
Selain mengantisifasi terorisme, sidak juga diperuntukkan untuk pengamanan lebaran yang tak lama lagi akan dirayakan umat Islam.
Sepanjang digelarnya sidak ini, menurut AKBP Subarkah sebagai langkah pengecekan identifikasi para penduduk pendatang. Nantinya, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti kriminalitas, bencana hingga terorisme, polisi cepat melakukan tindakan.
Dijelaskannya, efektifitas dari razia yang digelar dalam setengah bulan ini (September), berhasil menjaring sekitar 1.154 warga pendatang, yang mayoritas tidak memiliki Kipem dan KTP.
Petugas yang diikutsertakan, meliputi seratus polisi gabungan dari Polres dan Polsek, perangkat desa setempat. Razia biasa digelar pada malam atau pagi hari dimana para pendatang pada tertidur lelap.
Dari sekitar 1.154 warga itu, 955 warga diantaranya terjaring diwilayah Kuta Utara. Yakni, Tegal Jaya, Banjar Kesambi, Pengubengan Kauh.
Sisanya sekitar 199 warga lainnya terjaring di wilayah kepolisian Mapolsek Mengwi, yang berasal dari wilayah Tumbak Bayuh, Pererenan, hingga Kapal Mengwi.
Untuk penyelesaian administrasi bagi ribuan warga pendatang yang terjaring, diserahkan kepada pengurus desa untuk diberikan pembinaan. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan