Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Setengah Bulan, 1.154 Duktang Terjaring

Kuta Utara

Rabu, 17 September 2008, 18:52 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Giat razia penduduk pendatang (Duktang, Red) di wilayah Badung, yang dilaksanakan selama setengah bulan (September) ini, menuai hasil yang menggembirakan. Sebanyak 1154 warga terjaring polisi dan aparat desa setempat. Sedianya, sidak ini dilakukan guna mengantisifasi tindak kriminalitas menjelang Lebaran dan memantau gerakan teroris yang masuk ke Bali.

Intensitas razia ini, menurut Kapolres Badung AKBP Ahmad Subarkah, sebagai bentuk antisifasi aksi-aksi tindak criminal. Tepatnya, razia yang dilakukan dalam setengah bulan ini, untuk memantau gerakan terorisme di Bali.



“ Kita tak ingin pengeboman terjadi lagi di Bali,”tegas Kapolres Badung AKBP Ahmad Subarkah.

Dikatakan AKBP Subarkah, di Bulan Oktober, telah terjadi berbagai kejadian luar biasa. Pada Oktober 1999 terjadinya pembakaran kantor Pemkab Badung, Oktober 2002 terjadi bom Bali 1, disusul Oktober 2005 bom Bali dua.

“Urutan ini adalah siklus tiga tahunan yang sepertinya menjadi mitos tersendiri. Jadi kebetulan selisih kejadian itu berjarak tiga tahun,“ imbuhnya.



Selain mengantisifasi terorisme, sidak juga diperuntukkan untuk pengamanan lebaran yang tak lama lagi akan dirayakan umat Islam.

Sepanjang digelarnya sidak ini, menurut AKBP Subarkah sebagai langkah pengecekan identifikasi para penduduk pendatang. Nantinya, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti kriminalitas, bencana hingga terorisme, polisi cepat melakukan tindakan.

Dijelaskannya, efektifitas dari razia yang digelar dalam setengah bulan ini (September), berhasil menjaring sekitar 1.154 warga pendatang, yang mayoritas tidak memiliki Kipem dan KTP.



Petugas yang diikutsertakan, meliputi seratus polisi gabungan dari Polres dan Polsek, perangkat desa setempat. Razia biasa digelar pada malam atau pagi hari dimana para pendatang pada tertidur lelap.

Dari sekitar 1.154 warga itu, 955 warga diantaranya terjaring diwilayah Kuta Utara. Yakni, Tegal Jaya, Banjar Kesambi, Pengubengan Kauh.

Sisanya sekitar 199 warga lainnya terjaring di wilayah kepolisian Mapolsek Mengwi, yang berasal dari wilayah Tumbak Bayuh, Pererenan, hingga Kapal Mengwi.

Untuk penyelesaian administrasi bagi ribuan warga pendatang yang terjaring, diserahkan kepada pengurus desa untuk diberikan pembinaan. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami