Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Setengah Bulan, 1.154 Duktang Terjaring
Kuta Utara
BERITABALI.COM, BADUNG.
Giat razia penduduk pendatang (Duktang, Red) di wilayah Badung, yang dilaksanakan selama setengah bulan (September) ini, menuai hasil yang menggembirakan. Sebanyak 1154 warga terjaring polisi dan aparat desa setempat. Sedianya, sidak ini dilakukan guna mengantisifasi tindak kriminalitas menjelang Lebaran dan memantau gerakan teroris yang masuk ke Bali.
Intensitas razia ini, menurut Kapolres Badung AKBP Ahmad Subarkah, sebagai bentuk antisifasi aksi-aksi tindak criminal. Tepatnya, razia yang dilakukan dalam setengah bulan ini, untuk memantau gerakan terorisme di Bali.
“ Kita tak ingin pengeboman terjadi lagi di Bali,â€tegas Kapolres Badung AKBP Ahmad Subarkah.
Dikatakan AKBP Subarkah, di Bulan Oktober, telah terjadi berbagai kejadian luar biasa. Pada Oktober 1999 terjadinya pembakaran kantor Pemkab Badung, Oktober 2002 terjadi bom Bali 1, disusul Oktober 2005 bom Bali dua.
“Urutan ini adalah siklus tiga tahunan yang sepertinya menjadi mitos tersendiri. Jadi kebetulan selisih kejadian itu berjarak tiga tahun,“ imbuhnya.
Selain mengantisifasi terorisme, sidak juga diperuntukkan untuk pengamanan lebaran yang tak lama lagi akan dirayakan umat Islam.
Sepanjang digelarnya sidak ini, menurut AKBP Subarkah sebagai langkah pengecekan identifikasi para penduduk pendatang. Nantinya, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti kriminalitas, bencana hingga terorisme, polisi cepat melakukan tindakan.
Dijelaskannya, efektifitas dari razia yang digelar dalam setengah bulan ini (September), berhasil menjaring sekitar 1.154 warga pendatang, yang mayoritas tidak memiliki Kipem dan KTP.
Petugas yang diikutsertakan, meliputi seratus polisi gabungan dari Polres dan Polsek, perangkat desa setempat. Razia biasa digelar pada malam atau pagi hari dimana para pendatang pada tertidur lelap.
Dari sekitar 1.154 warga itu, 955 warga diantaranya terjaring diwilayah Kuta Utara. Yakni, Tegal Jaya, Banjar Kesambi, Pengubengan Kauh.
Sisanya sekitar 199 warga lainnya terjaring di wilayah kepolisian Mapolsek Mengwi, yang berasal dari wilayah Tumbak Bayuh, Pererenan, hingga Kapal Mengwi.
Untuk penyelesaian administrasi bagi ribuan warga pendatang yang terjaring, diserahkan kepada pengurus desa untuk diberikan pembinaan. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan